HOME  ⁄  Nasional

Arab Saudi Perluas Asuransi Haji, Jamaah Kini Dapat Perlindungan Risiko Panas Saat Armuzna

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Arab Saudi Perluas Asuransi Haji, Jamaah Kini Dapat Perlindungan Risiko Panas Saat Armuzna
Foto: (Sumber: Jamaah calon haji mengantre untuk masuk ke dalam pesawat di Bandara Sultan Babulah Ternate, Maluku Utara, Rabu (29/4/2026). ANTARA FOTO/Andri Saputra.)

Pantau - Otoritas Arab Saudi memperluas cakupan asuransi kesehatan bagi jamaah calon haji dengan menambahkan perlindungan terhadap risiko penyakit akibat cuaca panas ekstrem selama puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Perlindungan Baru Saat Puncak Haji

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi Edi Supriyatna menjelaskan kebijakan ini berlaku khusus pada 8 hingga 13 Dzulhijjah saat suhu tinggi berpotensi membahayakan jamaah.

"Khusus pada 8 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah, atau pada masa puncak haji, jamaah haji dapat menggunakan asuransi jika mengalami kram panas (heat cramps), kelelahan akibat panas (heat exhaustion), dan serangan panas (heat stroke)," ujarnya.

Ia merinci tiga kategori gangguan kesehatan tersebut meliputi kram otot akibat kehilangan cairan, kelelahan ekstrem disertai mual dan detak jantung cepat, hingga kondisi darurat heat stroke dengan suhu tubuh mencapai 40 derajat celcius.

Imbauan Kesehatan dan Layanan Siaga

PPIH mengimbau jamaah menjaga hidrasi dengan minum minimal 200 mililiter air setiap jam secara bertahap untuk mencegah dehidrasi saat cuaca panas ekstrem.

"Minum itu wajib. Selain itu, jamaah perlu menyiapkan alat pendukung seperti kipas, semprotan air, maupun kain lap yang bisa dibasahi untuk meredakan panas," kata Edi.

Namun, ia menegaskan klaim asuransi hanya berlaku pada periode puncak haji, sementara di luar tanggal tersebut biaya pengobatan menjadi tanggungan pribadi jamaah.

Sebagai dukungan layanan, pemerintah menyiapkan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dengan konsep Urgent Care Center yang beroperasi 24 jam dan didukung 122 tenaga kesehatan serta fasilitas radiologi dan laboratorium.

Penulis :
Aditya Yohan