
Pantau - Dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital MT Haryono, Erpryta Nurdia Tetrasiwi, menyatakan orang dewasa masih berisiko terinfeksi campak meski telah menerima vaksin saat kecil, terutama jika kekebalan tubuh menurun.
Penurunan Imunitas Jadi Faktor Utama
Erpryta menjelaskan kekebalan dari vaksinasi masa kecil dapat berkurang seiring bertambahnya usia sehingga tubuh kembali rentan terhadap infeksi.
Ia juga menyoroti bahwa pada masa lalu sebagian orang hanya menerima satu dosis vaksin, padahal dua dosis vaksin Measles, Mumps, Rubella (MMR) dibutuhkan untuk perlindungan optimal hingga 97 persen.
"Faktor lain yang dapat membuat orang dewasa kembali terkena campak karena virus ini sangat menular. Sebab, campak adalah salah satu penyakit paling menular di dunia. Virus ini dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah orang yang terinfeksi meninggalkan ruangan. Tanpa perlindungan imun, penularan di tempat kerja atau transportasi umum sangat tinggi," ungkapnya.
Risiko Komplikasi dan Upaya Pencegahan
Ia menambahkan, infeksi campak pada orang dewasa cenderung lebih berat dibandingkan anak-anak karena dapat memicu komplikasi seperti pneumonia, radang otak, gangguan jantung, hingga kebutaan.
"Vaksinasi pada usia dewasa berfungsi sebagai pengingat bagi sistem imun. Apalagi, kalau belum pernah menerima vaksin campak di masa kecil, bisa mendapatkan dosis tambahan sesuai anjuran dokter spesialis penyakit dalam," ujarnya.
Selain vaksinasi, menjaga daya tahan tubuh dan menghindari kontak dengan penderita bergejala juga menjadi langkah penting pencegahan.
Erpryta menekankan vaksinasi MMR penting bagi perempuan yang merencanakan kehamilan karena infeksi campak dan rubella dapat menyebabkan keguguran hingga cacat bawaan.
"Selain vaksinasi, menjaga imunitas tubuh dan menghindari kontak dengan individu yang menunjukkan gejala demam dan ruam tetap menjadi protokol tambahan yang penting dilakukan selama masa wabah," katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





