
Pantau - Dokter spesialis anak dr. R R Amanda Soebadi mengungkapkan pentingnya pendampingan orang tua saat anak menjalani screen time guna mencegah dampak negatif terhadap perkembangan otak.
Ia menjelaskan bahwa screen time tidak hanya terbatas pada penggunaan ponsel, tetapi juga mencakup televisi dan tablet.
"Screen time itu tidak harus HP ya, sama saja dengan tablet, televisi itu juga screen time," katanya.
Amanda menyarankan anak baru diperbolehkan menonton televisi setelah berusia di atas dua tahun dengan durasi maksimal satu jam per hari.
Jika diberikan lebih dini, maka pendampingan langsung dari orang tua atau pengasuh menjadi hal yang wajib dilakukan.
Pentingnya Interaksi Saat Menonton
Amanda menekankan orang tua perlu mengajak anak berinteraksi selama menonton agar tidak hanya menjadi pendengar pasif.
"Misal satu episode kartun itu 30 menit, setelah selesai, matikan televisinya. Bukannya sudah selesai, ditanya mau nonton apa sekarang di Youtube," ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak membiarkan anak menggulir tontonan secara cepat karena dapat memengaruhi perkembangan otak.
Siapkan Aktivitas Pengganti
Orang tua dianjurkan menyiapkan aktivitas pengganti setelah screen time selesai agar anak tetap mendapatkan stimulasi yang optimal.
"Jadi tidak bisa, pokoknya gadget-nya diambil saja, habis itu terserah anak mau ngapain. Kegiatan pengganti yang ideal itu memang kalau anak bisa bermain interaktif dengan pengasuhnya," ujarnya.
Amanda juga menyoroti kebiasaan menyalakan televisi sepanjang hari yang dapat membuat anak tidak responsif terhadap interaksi sosial.
"Karena anak terbiasa mendengar orang berbicara, jadi aku tidak perlu merespons karena tidak ada orang yang kecewa jika aku tidak merespons televisi," katanya.
Pendampingan yang tepat diharapkan dapat membantu perkembangan kognitif dan sosial anak secara optimal.
- Penulis :
- Aditya Yohan





