HOME  ⁄  Nasional

BMKG Ingatkan Kaltim Waspada Bencana Hidrometeorologi pada Awal Mei 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Ingatkan Kaltim Waspada Bencana Hidrometeorologi pada Awal Mei 2026
Foto: (Sumber: Ilustrasi: Seorang pejalan kaki mengenakan jas hujan, berjalan dalam banjir di Jalan DI Panjaitan Samarinda, Kaltim. ANTARA/ M Ghofar.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh wilayah Kalimantan Timur waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, hingga angin kencang pada periode 1 hingga 10 Mei 2026.

Seluruh Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan Carolina Meylita Sibarani mengatakan seluruh 10 kabupaten/kota di Kaltim diperkirakan mengalami hujan lebat pada dasarian pertama Mei.

"Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, semuanya diperkirakan mengalami hujan lebat pada Dasarian I Mei, sehingga kami imbau semua pihak waspada terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan," ujarnya.

Ia menjelaskan pada periode 1–3 Mei, hujan lebat berpotensi terjadi di Kutai Barat, Paser, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Timur.

Kemudian pada 4–6 Mei, hujan lebat diperkirakan melanda Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu.

Selanjutnya pada 7–10 Mei, potensi hujan lebat meluas ke Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Paser, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Berau, dan Penajam Paser Utara.

Faktor Iklim dan Imbauan Kewaspadaan

Carolina menjelaskan kondisi ini dipengaruhi oleh parameter iklim global yang menunjukkan fenomena IOD dan ENSO berada pada fase netral.

BMKG mencatat ENSO netral berpotensi bergerak menuju fase El Nino pada periode Mei hingga Juli 2026.

Selain itu, cuaca harian di sejumlah wilayah seperti Samarinda dan Balikpapan diperkirakan berawan hingga hujan ringan pada sore hingga malam hari.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, jalan licin, sungai meluap, longsor, serta pohon tumbang akibat angin kencang.

Penulis :
Ahmad Yusuf