
Pantau - Studi terbaru dari University of Western Australia (UWA) menemukan bahwa penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan hasil panen dan kualitas tanah di tengah terganggunya pasokan pupuk global akibat konflik di Timur Tengah.
Strategi Campuran Pupuk Tingkatkan Produktivitas
Penelitian yang dilakukan di Australia ini menunjukkan bahwa penggantian sebagian pupuk nitrogen sintetis dengan input organik mampu meningkatkan efisiensi nutrisi dan hasil agronomik.
Sekitar 60 persen pasokan global pupuk nitrogen berbasis urea diketahui melewati Selat Hormuz yang saat ini terdampak ketegangan geopolitik.
Profesor Kadambot Siddique dari Institut Pertanian UWA mengatakan, "Petani Australia berupaya menggunakan pupuk secara efisien untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan," ungkapnya.
Penelitian tersebut mengkaji sistem rotasi tanaman gandum musim dingin dan jagung musim panas dengan berbagai strategi pemupukan.
Efisiensi Nutrisi dan Tekan Emisi
Hasil studi menunjukkan bahwa pengurangan pupuk nitrogen sintetis hingga di bawah 45 persen dengan tambahan pupuk organik tetap mampu mempertahankan produktivitas.
"Pengurangan nitrogen sintetis hingga kurang dari 45 persen serta penggunaan pupuk organik dapat mempertahankan produktivitas tanpa meningkatkan emisi," ujar Siddique.
Para peneliti menilai kombinasi pupuk organik dan sintetis dapat meningkatkan kualitas tanah sekaligus menekan emisi pertanian.
Pendekatan ini dinilai menjadi solusi potensial untuk memperkuat ketahanan sistem pertanian di tengah ketidakpastian pasokan global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





