
Pantau - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyerukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja untuk mendorong transformasi sektor ketenagakerjaan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kupang, Jumat (1/5/2026).
Tekankan Sinergi dan Tantangan Ketenagakerjaan
Melki menegaskan hubungan antara pengusaha dan pekerja harus berjalan seimbang demi keberlanjutan ekonomi daerah.
“Pengusaha tidak bisa berjalan tanpa pekerja, dan pekerja tidak dapat bekerja tanpa keberlangsungan usaha. Karena itu diperlukan titik temu dan kompromi yang produktif agar kedua pihak dapat berkembang bersama,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka dialog interaktif May Day tingkat Provinsi NTT di Aula El Tari Kupang yang mengangkat tema kolaborasi dan sinergi hubungan industrial.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan sejumlah tantangan ketenagakerjaan di NTT, seperti tingginya angka pengangguran, dominasi sektor primer, serta keterbatasan kompetensi tenaga kerja.
Dorong Pelatihan, KUR, dan Wirausaha Baru
Pemerintah daerah, kata Melki, mendorong transformasi tenaga kerja melalui pelatihan, peningkatan kapasitas, dan sertifikasi kompetensi guna meningkatkan daya saing.
Selain itu, Pemprov NTT memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan industri (link and match) serta memperluas akses informasi pasar kerja.
Di sektor pekerja migran, pemerintah menghadirkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mencegah praktik percaloan dan eksploitasi, serta merencanakan jalur penempatan langsung dari Kupang ke luar negeri.
Gubernur juga mendorong lahirnya wirausaha baru dari kalangan pekerja melalui dukungan pembiayaan dan pembinaan UMKM.
“May Day tidak hanya menjadi momentum memperjuangkan hak pekerja, tetapi juga menjadi titik awal bagi pekerja untuk bermimpi dan mempersiapkan diri menjadi pengusaha,” katanya.
Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang produktif dan mendukung pembangunan ekonomi NTT yang lebih sejahtera.
- Penulis :
- Aditya Yohan





