HOME  ⁄  Nasional

BMKG Prediksi Curah Hujan Jawa Tengah Didominasi Kategori Rendah pada Awal Mei 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Prediksi Curah Hujan Jawa Tengah Didominasi Kategori Rendah pada Awal Mei 2026
Foto: (Sumber: Prakiraan deterministik curah hujan di Provinsi Jawa Tengah pada bulan Mei 2026. ANTARA/HO-BMKG.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih mengalami curah hujan kategori rendah pada awal Mei 2026 meskipun beberapa daerah berpotensi hujan menengah.

Mayoritas Wilayah Masih Diguyur Hujan Ringan

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo menyampaikan bahwa kondisi ini berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan dan analisis curah hujan dasarian.

Ia mengatakan, "Berdasarkan monitoring HTH dengan pembaruan data hingga 30 April 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih mengalami hujan."

Menurutnya, sejumlah wilayah seperti Brebes, Tegal, Grobogan, Pati, Rembang, Blora, dan Wonogiri mulai mengalami Hari Tanpa Hujan kategori pendek hingga menengah.

Peluang Hujan Rendah Lebih Dominan

BMKG mencatat pada Dasarian III April 2026 sebagian besar wilayah Jawa Tengah berada pada kategori curah hujan rendah hingga menengah.

Ia mengungkapkan, "Untuk prediksi probabilistik Dasarian I Mei 2026, peluang lebih dari 60 persen untuk curah hujan kategori rendah (0-50 mm per dasarian) diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah."

Sementara itu, curah hujan kategori menengah berpeluang terjadi di sejumlah wilayah seperti Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, hingga sebagian wilayah pesisir dan selatan Jawa Tengah.

BMKG juga memastikan tidak ada potensi curah hujan kategori tinggi maupun sangat tinggi pada periode tersebut.

Ia menambahkan, "Adapun prediksi deterministik menunjukkan pada dasarian pertama Mei 2026 seluruh wilayah Jawa Tengah berada pada kategori rendah hingga menengah."

Informasi tambahan, kondisi serupa diprakirakan berlanjut hingga pertengahan Mei dan awal Juni 2026 sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dinamika cuaca.

Penulis :
Aditya Yohan