
Pantau - Anggota DPRD Provinsi Jakarta, Yuke Yurike, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh di ibu kota yang dinilai masih jauh dari ideal meski ekonomi Jakarta terus tumbuh.
Ia menyatakan kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja di lapangan.
"Pertumbuhan ekonomi Jakarta tidak otomatis menetes ke buruh. Masih banyak pekerja yang hidup di batas minimum, bahkan tidak sedikit yang upahnya tergerus kebutuhan hidup kota yang terus naik," ungkapnya.
Soroti Praktik Kerja Eksploitatif
Yuke mengkritik praktik hubungan kerja yang dinilai eksploitatif, termasuk sistem outsourcing dan kontrak berulang yang kerap digunakan perusahaan.
Ia menilai pola tersebut sengaja diterapkan untuk menghindari kewajiban perusahaan terhadap pekerja.
"Ini bukan lagi kasus sporadis, tapi sudah menjadi pola yang harus dihentikan," ujarnya.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan yang menyebabkan pelanggaran ketenagakerjaan terus berulang tanpa sanksi tegas.
"Kalau pengawasan lemah, perusahaan akan terus mencari celah. Buruh yang akhirnya menanggung risiko, dari jam kerja berlebih hingga minimnya jaminan sosial," ia mengungkapkan.
Dorong Regulasi dan Perlindungan Pekerja
DPRD DKI Jakarta, lanjut Yuke, akan mendorong pengetatan regulasi dan pengawasan melalui audit ketenagakerjaan yang dilakukan secara berkala dan transparan.
Ia menegaskan bahwa sanksi akan diterapkan secara tegas kepada perusahaan yang melanggar aturan.
Selain itu, DPRD juga menyiapkan kebijakan perlindungan sosial daerah yang lebih inklusif bagi pekerja informal seperti pekerja platform digital, kurir, dan pekerja lepas yang selama ini belum memiliki perlindungan memadai.
Yuke menekankan pentingnya kebijakan upah yang realistis sesuai dengan biaya hidup di Jakarta.
"Ke depan, kebijakan pengupahan harus lebih realistis terhadap biaya hidup Jakarta. Tidak cukup hanya mengikuti formula, tapi harus benar-benar menjawab kebutuhan riil buruh," tuturnya.
Ia menambahkan DPRD juga akan memperkuat keberpihakan anggaran untuk mendukung peningkatan kesejahteraan buruh di Jakarta.
- Penulis :
- Shila Glorya





