HOME  ⁄  Nasional

Menperin Tegaskan Penguatan SDM Industri Jadi Kunci di Hari Buruh 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menperin Tegaskan Penguatan SDM Industri Jadi Kunci di Hari Buruh 2026
Foto: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berfoto bersama dengan para pekerja saat melakukan kunjungan di perusahaan industri (sumber: Kemenperin)

Pantau - Kementerian Perindustrian menegaskan penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri sebagai fokus utama dalam momentum Hari Buruh Internasional 2026 guna memperkokoh sektor manufaktur nasional di tengah dinamika global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan SDM yang adaptif, produktif, dan berdaya saing tinggi menjadi kunci menjaga pertumbuhan industri.

Ia mengungkapkan, "Industri manufaktur selama ini konsisten menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penguatan SDM industri harus terus kita akselerasi melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta penguasaan teknologi digital."

Program Vokasi dan Pelatihan Industri Diperluas

Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menjalankan berbagai program pendidikan vokasi dan pelatihan berbasis industri 4.0.

Program pendidikan vokasi dilaksanakan di 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sepanjang 2025, sebanyak 5.472 lulusan dihasilkan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri manufaktur.

Program Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) juga dibuka untuk menjaring SDM unggul secara berkelanjutan.

Pada sektor pelatihan, tujuh Balai Diklat Industri menyelenggarakan program skilling, reskilling, dan upskilling.

Sebanyak 1.362 peserta telah dilatih, disertifikasi, dan ditempatkan kerja melalui program tersebut.

Kemenperin turut mendukung program magang nasional dengan memfasilitasi 3.969 calon tenaga kerja.

Program inkubator bisnis juga berhasil membina 37 tenant yang menyerap 212 tenaga kerja dengan omzet mencapai Rp11,5 miliar.

Adaptasi Teknologi dan Peningkatan Daya Saing

Implementasi industri 4.0 diperkuat melalui pelatihan serta pendampingan transformasi digital oleh Pusat Industri Digital Indonesia.

BPSDMI bekerja sama dengan 48 Lembaga Sertifikasi Profesi untuk memfasilitasi sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri.

Kemenperin juga terus memperbarui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) agar selaras dengan kebutuhan industri.

Menperin menegaskan, "Oleh sebab itu, program reskilling dan upskilling menjadi prioritas agar tenaga kerja kita tetap relevan dan kompetitif."

Penyerapan tenaga kerja industri pengolahan nonmigas tercatat meningkat dari 15,49 juta orang pada 2015 menjadi 20,26 juta orang pada Agustus 2025.

Capaian tersebut menunjukkan peran strategis industri sebagai penyedia lapangan kerja sekaligus penopang ekonomi nasional.

Menperin menyampaikan apresiasi dengan mengatakan, “Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja industri di Indonesia. Kalian adalah tulang punggung industri nasional. Teruslah meningkatkan kompetensi, menjaga semangat kerja, dan beradaptasi dengan perubahan agar industri kita semakin kuat dan berdaya saing global.”

Penulis :
Leon Weldrick