
Pantau - Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Pangkalpinang membekali jamaah calon haji (JCH) berisiko tinggi dengan daftar obat-obatan pribadi yang disesuaikan dengan penyakit masing-masing sebagai upaya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci Makkah.
Pendampingan Kesehatan dan Obat Pribadi
Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang Agus Syah menegaskan pentingnya pendampingan khusus bagi calon haji berisiko tinggi agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik.
"Calhaj (calon haji) berisiko tinggi ini harus ada pendampingan khusus dari petugas haji, agar mereka dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan baik di Tanah Suci Makkah," ungkapnya.
Ia menjelaskan pendampingan dilakukan dalam dua kategori utama, yakni melalui penyediaan obat-obatan sesuai penyakit yang diderita serta penggunaan alat bantu untuk menunjang mobilitas jamaah.
Pendampingan obat bertujuan mencegah gangguan kesehatan selama ibadah berlangsung, sementara alat bantu seperti tongkat dan kursi roda diberikan kepada calon haji berkebutuhan khusus dan lanjut usia.
"Kita berharap calon jamaah haji yang kondisi kesehatannya lebih sehat untuk ikut membantu calon haji berkebutuhan khusus dan lansia, sehingga calon haji berisiko tinggi ini bisa melaksanakan ibadah dengan baik dan menjadi haji mabrur," ujar Agus Syah.
Ratusan Calon Haji Masuk Kategori Risiko Tinggi
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Kepulauan Bangka Belitung Dewi Rosaria Indah menyebutkan jumlah calon haji berisiko tinggi di daerah tersebut tergolong signifikan.
Tercatat sebanyak 408 calon haji asal Kepulauan Bangka Belitung masuk kategori risiko tinggi yang membutuhkan perhatian dan layanan khusus.
"Kita sudah siapkan pelayanan khusus bagi calon haji berisiko tinggi ini seperti menyediakan kursi roda, ruang istirahat dan ruang transit khusus bagi calhaj berisiko tinggi ini," kata Dewi Rosaria Indah.
Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti kursi roda, ruang istirahat, dan ruang transit guna memastikan kenyamanan serta keselamatan jamaah selama proses ibadah.
Dewi mengimbau seluruh calon haji, khususnya yang berisiko tinggi, untuk menjaga kondisi kesehatan dan mempersiapkan obat-obatan pribadi selama menjalankan ibadah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BKK yang telah membekali daftar obat bagi calon haji berisiko tinggi ini, karena sangat memudahkan petugas haji dalam menangani jika terjadi gangguan kesehatan saat menjalankan rangkaian ibadah haji," ungkapnya.
Langkah pembekalan dan pendampingan ini diharapkan dapat membantu kelancaran ibadah serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah haji berisiko tinggi.
- Penulis :
- Arian Mesa





