HOME  ⁄  Nasional

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Tambah Insentif 1.759 Guru PPPK Paruh Waktu Mulai September 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Tambah Insentif 1.759 Guru PPPK Paruh Waktu Mulai September 2026
Foto: Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menyerahkan penghargaan kepada sejumlah guru pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di Mataram, Sabtu 2/5/2026 (sumber: ANTARA/Pemprov NTB)

Pantau - Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menambah insentif bagi 1.759 guru PPPK paruh waktu dengan tambahan penghasilan minimal Rp500 ribu per bulan yang diumumkan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Mataram.

Kebijakan ini menyasar guru PPPK-PW yang penghasilannya bergantung pada jam mengajar.

"Khusus untuk guru PPPK-PW yang penghasilannya tergantung jam mengajar, kami berupaya di tengah keterbatasan fiskal untuk memberikan kesejahteraan yang lebih baik," ungkap Lalu Muhamad Iqbal.

Pemberian insentif tambahan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada September 2026.

"Ini sebagai bentuk apresiasi dan perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB kepada guru berstatus PPPK-PW," ujar Lalu Muhamad Iqbal.

Fokus Peningkatan Kualitas Pendidikan

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB diminta memastikan peningkatan kualitas pendidikan serta akses pendidikan bagi seluruh anak.

Pemerintah juga berupaya menekan angka putus sekolah melalui peningkatan kualitas bahan ajar dan kompetensi guru.

Lima Kebijakan Strategis Nasional

Dalam amanat Hardiknas, disampaikan lima kebijakan strategis nasional pendidikan yang menjadi arah pembangunan sektor pendidikan.

Kebijakan tersebut meliputi revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi serta peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru termasuk kesejahteraan melalui beasiswa.

Penguatan pendidikan karakter melalui budaya sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran berbasis literasi, numerasi, dan pendekatan STEM juga menjadi fokus.

Kebijakan lainnya mencakup pengembangan olahraga dan kesenian serta penyediaan layanan pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel bagi anak berisiko putus sekolah.

Program tersebut diwujudkan melalui sekolah satu atap, pembelajaran jarak jauh, komunitas belajar, dan sekolah terbuka.

Pemerintah juga mengintegrasikan ekosistem pendidikan yang meliputi sekolah, keluarga, masyarakat, dan media dalam regulasi dan kebijakan.

Dalam acara tersebut, Gubernur NTB turut menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karyasatya kepada tiga pengajar dari SMA Negeri 5 Mataram, SLB Negeri 1 Mataram, dan SMK Negeri 1 Mataram.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus mendorong kualitas pendidikan di Nusa Tenggara Barat.

Penulis :
Arian Mesa