HOME  ⁄  Nasional

Komitmen Gubernur Papua Matius D Fakhiri Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Wilayah 3T

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Komitmen Gubernur Papua Matius D Fakhiri Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Wilayah 3T
Foto: Gubernur Papua Matius D Fakiri saat mempimpin upacara Hardiknas bertempat di Halaman Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Papua (sumber: Pemprov Papua)

Pantau - Gubernur Papua Matius D Fakhiri menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pendidikan hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan usai memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional di Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura.

Ia menegaskan bahwa pemerataan pendidikan menjadi program prioritas Pemerintah Provinsi Papua.

"Secara kurikulum, pendidikan di Papua tidak tertinggal dibandingkan daerah lain di Indonesia seperti Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, maupun Sumatera. Namun, tantangan utama masih terletak pada keterbatasan fasilitas, terutama akses infrastruktur dan jaringan internet," ungkap Matius D Fakhiri.

Tantangan Infrastruktur dan Akses Internet

Matius menjelaskan bahwa kualitas kurikulum pendidikan di Papua sudah setara dengan daerah lain di Indonesia.

Namun, ia mengakui bahwa tantangan utama masih berada pada keterbatasan fasilitas pendukung pendidikan.

Keterbatasan tersebut terutama mencakup infrastruktur dan akses jaringan internet di berbagai wilayah.

Pemerintah Provinsi Papua saat ini berupaya memperluas akses internet hingga menjangkau daerah pesisir, pegunungan, dan pelosok.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh anak di Papua mendapatkan layanan pendidikan yang setara.

Kolaborasi dan Pembangunan SDM Papua

"Kami terus berupaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua sebagai bagian dari visi menuju Indonesia Emas 2045," ujar Matius.

Pembangunan SDM dilakukan melalui pendekatan terpadu yang mencakup sektor pendidikan dan kesehatan.

Pemerintah juga mendorong kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

"Kami juga mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kampung hingga kabupaten/kota, serta lembaga keagamaan untuk turut berperan dalam mencerdaskan masyarakat," kata Matius.

Selain itu, pemerintah turut memberikan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik, baik guru honorer maupun aparatur sipil negara.

"Dengan kolaborasi semua pihak, kami yakin Papua Emas 2045 bisa tercapai," ujar Matius.

Pemerintah optimistis pemerataan pendidikan akan menjadi kunci dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 di Papua.

Penulis :
Arian Mesa