
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyebut Banyuwangi memiliki banyak terobosan dan program strategis di bidang pendidikan yang inklusif dan kreatif.
Pernyataan tersebut disampaikan usai upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu.
Ia menyoroti berbagai layanan pendidikan di Banyuwangi yang menjangkau anak-anak yang sebelumnya tidak berkesempatan sekolah.
Capaian dan Inovasi Pendidikan Banyuwangi
Mu'ti mengungkapkan, "Banyuwangi memiliki banyak terobosan dan program kreatif dan strategis di dunia pendidikan."
Ia juga memuji peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Banyuwangi yang terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Data menunjukkan IPM Banyuwangi mencapai 75,17 pada 2025, meningkat dari 74,3 pada 2024 dan terus naik sejak 2021.
Program Inklusif untuk Pelajar
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan sejumlah program untuk mencegah anak putus sekolah.
Ia mengungkapkan, "Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Mendikdasmen."
Program Garda Ampuh menjadi salah satu upaya untuk mengajak kembali anak putus sekolah ke bangku pendidikan.
Selain itu program Siswa Asuh Sebaya mendorong solidaritas pelajar untuk membantu teman yang kurang mampu secara ekonomi.
Ipuk menambahkan bahwa pendidikan di Banyuwangi tidak hanya berfokus pada akademik tetapi juga pengembangan potensi seni dan budaya.
Ia menyebut pelajar dilibatkan dalam berbagai kegiatan budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





