
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendidikan harus mampu mencerdaskan kehidupan bangsa dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin upacara Hardiknas di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu.
Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan proses penting dalam membangun peradaban bangsa melalui pengembangan potensi manusia.
Penegasan Peran Pendidikan Nasional
Mu'ti mengungkapkan, "Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia, sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya."
Ia juga menyoroti pentingnya pembelajaran berbasis deep learning sebagai pendekatan utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Menurutnya pendekatan ini menempatkan proses belajar sebagai pengalaman bermakna yang berpusat pada pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Ia menambahkan, "Sebuah adagium populer menyebutkan: jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan."
Program Strategis dan Arah Kebijakan
Untuk mendukung hal tersebut pemerintah telah menjalankan program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran.
Pada 2025 program revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Selain itu penggunaan perangkat Interactive Flat Panel telah diterapkan di lebih dari 288 ribu satuan pendidikan.
Mu'ti juga menyampaikan pentingnya penguatan karakter melalui lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Ia mengungkapkan, "Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat."
Pemerintah juga terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai skema seperti sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, komunitas belajar, dan sekolah terbuka.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





