HOME  ⁄  Nasional

Akademisi Soroti Arah Kebijakan Pendidikan Nasional, Tekankan Penguatan SDM dan Peran Kampus

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Akademisi Soroti Arah Kebijakan Pendidikan Nasional, Tekankan Penguatan SDM dan Peran Kampus
Foto: (Sumber: Ilustrasi: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta Pusat pada Rabu (11/3/2026) menggelar Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) sebagai upaya memperkuat kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang efektif dan menyenangkan. ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen/aa.)

Pantau - Akademisi menilai arah kebijakan pendidikan di Indonesia harus difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sistem pendidikan yang kuat dan inklusif.

Hadawiah Harita dari Universitas Muslim Indonesia menyatakan, "Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh sistem pendidikan yang kuat, mulai dari lingkungan keluarga hingga jalur formal,".

Pendidikan berkualitas dinilai menjadi kunci utama dalam melahirkan masyarakat yang cerdas dan berdaya saing.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak seharusnya bergantung pada previlage atau perlakuan istimewa bagi pihak yang tidak kompeten.

Pada momentum Hari Pendidikan Nasional, ia juga menyoroti minimnya ruang bagi akademisi dalam memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah.

Kritik yang disampaikan akademisi kerap disalahartikan sebagai bentuk kebencian, bukan sebagai masukan konstruktif.

Permasalahan kesejahteraan tenaga pendidik menjadi perhatian penting dalam pembahasan kebijakan pendidikan.

Guru honorer dinilai masih belum mendapatkan hak yang layak hingga saat ini.

Kebijakan yang berpotensi membatasi peran guru non-ASN pada 2027 menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendidik.

Rencana penutupan program studi yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan industri juga dinilai perlu dikaji ulang.

Berbagai sektor industri disebut masih membutuhkan SDM dari beragam disiplin ilmu.

Akademisi dari Universitas Hasanuddin, Nuvida Raf, menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan nasional.

Ia menyoroti bahwa peran akademisi saat ini semakin terpinggirkan dalam proses pengambilan kebijakan.

Sumbangan pemikiran dari kalangan kampus dinilai belum mendapatkan ruang yang memadai dalam kebijakan negara.

Penulis :
Gerry Eka