HOME  ⁄  Nasional

Huma Betang Night Kembali Digelar di Palangka Raya, Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Lokal

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Huma Betang Night Kembali Digelar di Palangka Raya, Dorong Pelestarian Budaya dan Ekonomi Lokal
Foto: (Sumber: Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan jajaran saat Huma Betang Night di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu malam (2/5/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi.)

Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menggelar Huma Betang Night di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya sebagai ajang apresiasi seni dan budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyatakan kegiatan ini menjadi upaya menjaga kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

Ia mengatakan, "Huma Betang Night ini merupakan semangat kita untuk terus menjaga nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman, budaya kita tetap harus terjaga,".

Acara ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan menjadi ruang publik yang hidup serta inklusif.

Penjabat Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari pelestarian budaya.

Ia menambahkan, "Juga penguatan ruang publik yang positif, menghadirkan ruang interaksi masyarakat yang aman, inklusif dan inspiratif sebagai alternatif aktivitas malam di akhir pekan,".

Huma Betang Night juga memperkuat identitas budaya melalui nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni.

Kegiatan ini turut menjadi sarana strategis untuk mendorong perekonomian daerah melalui pelibatan pelaku UMKM.

Para pelaku usaha diberikan ruang untuk memasarkan produk lokal kepada masyarakat yang hadir.

Berbagai pertunjukan ditampilkan, mulai dari Karungut, tarian daerah, hingga penampilan artis lokal.

Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan kalender kegiatan Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah.

Selain itu, diperkenalkan Kanal Lapor Pak Gub serta Ruang Terbuka Hijau di kawasan Bundaran Besar.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjaga eksistensi seni, budaya, dan kuliner lokal di tengah perkembangan zaman.

Penulis :
Gerry Eka