
Pantau - Gunung Semeru mengalami erupsi pada Minggu pagi di wilayah perbatasan Lumajang dan Malang dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 900 meter di atas puncak.
Letusan terjadi pada pukul 08.00 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut.
Petugas pos pengamatan Sigit Rian Alfian melaporkan, "Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl),"
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat daya.
Aktivitas erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 111 detik.
Dalam periode 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat 18 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-22 mm.
Selain itu, tercatat pula gempa embusan, harmonik, dan tektonik jauh dalam rangkaian aktivitas vulkanik.
Status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
Warga juga tidak diperbolehkan berada dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah karena risiko lontaran batu pijar.
Warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai.
Area yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Aktivitas vulkanik ini menunjukkan Gunung Semeru masih dalam kondisi aktif dan berpotensi membahayakan masyarakat sekitar.
- Penulis :
- Gerry Eka





