
Pantau - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami dua kali erupsi pada Sabtu (2/5) pagi dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 700 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian mengatakan erupsi pertama terjadi pada pukul 06.56 WIB dengan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dan bergerak ke arah barat daya serta barat.
“Erupsi pertama terjadi pada pukul 06.56 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Sigit.
Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 07.05 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan karakteristik serupa dan tinggi kolom letusan yang sama.
“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat,” ujarnya.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 103 hingga 105 detik.
Saat ini Gunung Semeru berstatus Level III atau Siaga dengan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta tidak berada dalam radius lima kilometer dari kawah karena potensi lontaran batu pijar.
Sigit juga mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





