HOME  ⁄  Nasional

Otorita IKN Percepat Penurunan Stunting Lewat Edukasi dan Intervensi Gizi di Kalimantan Timur

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Otorita IKN Percepat Penurunan Stunting Lewat Edukasi dan Intervensi Gizi di Kalimantan Timur
Foto: (Sumber: Otorita IKN memberikan edukasi kesehatan di salah satu sekolah di wilayah delineasi ibu kota baru Indonesia. ANTARA/HO-dokumen Humas Otorita IKN.)

Pantau - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mempercepat penurunan stunting di wilayah Kalimantan Timur melalui program komprehensif yang menyasar Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Intervensi Gizi dan Pendampingan Keluarga

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN Suwito menyatakan percepatan dilakukan melalui berbagai intervensi terintegrasi.

Ia mengatakan, "Program komprehensif dilakukan dalam percepatan penurunan stunting,"

Program tersebut mencakup penyuluhan serta pemberian makanan tinggi protein bagi keluarga berisiko stunting.

Pendampingan juga diberikan kepada ibu hamil melalui kunjungan langsung ke rumah tangga.

Selain itu, distribusi tablet Fe atau zat besi diberikan kepada calon pengantin dan remaja untuk mencegah anemia.

Edukasi Pelajar dan Peran Agen Perubahan

Edukasi kesehatan reproduksi turut diberikan kepada pelajar tingkat SMP dan SMA di wilayah IKN.

Suwito menjelaskan, "Edukasi terkait pengetahuan kesehatan reproduksi diberikan kepada pelajar sekolah menengah pertama SMP dan sekolah menengah atas SMA sederajat,"

Sekitar 600 pelajar menjadi sasaran program dengan tujuan menjadikan mereka agen perubahan dalam pencegahan stunting.

Wakil Kepala SMP Negeri 2 Penajam Paser Utara Sahram menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa.

Salah satu peserta didik, Nur Ayatul Husna, mengatakan, "Edukasi itu menambah pengetahuan baru, belajar tentang anak stunting dan bagaimana mencegah,"

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran serta kualitas kesehatan masyarakat sejak dini.

Secara keseluruhan, percepatan penurunan stunting di IKN dilakukan melalui pendekatan edukasi, intervensi gizi, dan pemberdayaan masyarakat.

Penulis :
Gerry Eka