
Pantau - SPPG Jogjogan Silma 2 di Kabupaten Bogor meningkatkan jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi 2.916 orang setelah juru masak memiliki sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Peningkatan Kapasitas Bertahap
Kepala SPPG Jogjogan Silma 2, Didin, menjelaskan peningkatan kapasitas layanan dilakukan secara bertahap sejak program mulai beroperasi pada 24 November 2025.
Ia mengungkapkan, "Awalnya kami melayani 1.670 penerima manfaat. Karena chef kami sudah bersertifikat, kapasitas bisa ditingkatkan. Sekarang sudah mencapai 2.916 penerima manfaat."
Didin menegaskan peningkatan kapasitas tetap memperhatikan kualitas produksi dan standar operasional yang berlaku.
Program MBG tersebut mendapatkan respons positif dari masyarakat dan pihak sekolah seiring tingginya kebutuhan gizi anak.
Ia menyebut, "Antusiasnya luar biasa. Bahkan, ada siswa yang sedang sakit tetap ingin masuk sekolah karena ingin mendapatkan MBG."
Dampak Sosial dan Ekonomi
Selain memenuhi kebutuhan gizi, program MBG juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Banyak warga tertarik menjadi relawan dapur dengan jumlah pendaftar awal mencapai sekitar 100 orang, sementara kebutuhan tenaga kerja hanya 47 orang.
Sebagian tenaga kerja kemudian dialokasikan ke dapur lain untuk pemerataan.
Program ini turut meningkatkan kesejahteraan relawan yang sebelumnya bekerja tidak tetap.
Didin menyatakan, "Ada relawan yang sebelumnya serabutan, sekarang lebih stabil. Bahkan, ada yang sampai bisa menikah sejak bekerja di SPPG."
Ia berharap program tersebut terus berlanjut dan diperluas agar manfaatnya semakin luas.
Ia menegaskan, “Harapan saya program ini terus berjalan, karena sangat membantu, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan. Kuncinya satu, selama kita bisa memanusiakan manusia, Insya Allah, pekerjaan kita akan lancar.”
- Penulis :
- Gerry Eka





