
Pantau - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menegaskan pendidikan menjadi kunci utama dalam melawan kemiskinan, seiring alokasi anggaran pendidikan Jakarta tahun 2026 yang mencapai Rp19,75 triliun.
Yuke Yurike menyatakan anggaran tersebut menjadi instrumen penting untuk menekan angka gini rasio dan memutus rantai kemiskinan.
“Hak setiap warga Jakarta adalah menikmati pendidikan yang layak. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah atau bahkan buta huruf di kota sebesar Jakarta hanya karena kondisi ekonomi keluarga. Negara harus hadir di sana,” ujarnya.
Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen pembangunan pendidikan.
Dari total anggaran, sekitar Rp14,94 triliun atau 75 persen dialokasikan untuk belanja pegawai guna menjamin kesejahteraan guru dan tenaga pendidik.
Bantuan sosial pendidikan tetap menjadi prioritas dalam kebijakan tersebut.
Program KJP Plus dialokasikan sebesar Rp3,25 triliun untuk lebih dari 700 ribu peserta didik.
Sementara itu, program KJMU mendapatkan anggaran Rp399 miliar untuk mendukung lebih dari 15 ribu mahasiswa.
Program Sekolah Swasta Gratis juga diperluas dengan anggaran Rp253,62 miliar untuk 103 sekolah.
Pemerataan infrastruktur pendidikan turut menjadi perhatian, dengan enam sekolah percontohan di Jakarta Barat direhabilitasi hingga Maret 2026 dengan anggaran Rp126,12 miliar.
Yuke Yurike menilai kualitas pendidikan sangat bergantung pada kompetensi dan kesejahteraan tenaga pengajar.
“Untuk menjawab tantangan gini rasio yang masih cukup tinggi, Pemprov DKI harus memastikan sekolah formal maupun program paket belajar tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan kejuruan agar lulusan siap kerja.
“Penguatan pendidikan kejuruan agar lulusan siap kerja. Selain itu ketersediaan lapangan pekerjaan juga menjadi pekerjaan rumah bersama yang perlu terus diupayakan,” ujarnya.
DPRD DKI Jakarta berkomitmen mengawal distribusi anggaran agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
- Penulis :
- Gerry Eka





