HOME  ⁄  Nasional

BKSDA Pasang Kandang Jebak untuk Evakuasi Harimau Sumatera yang Kerap Muncul di Permukiman Agam

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BKSDA Pasang Kandang Jebak untuk Evakuasi Harimau Sumatera yang Kerap Muncul di Permukiman Agam
Foto: (Sumber: Petugas BKSDA Sumbar, Pagari Baringin, Pagari Salareh Aia, pemerintah nagari dan masyarakat sedang memasang kandang jebak, Minggu (3/5/2026). ANTARA/Yusrizal..)

Pantau - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat memasang kandang jebak untuk mengevakuasi harimau sumatera yang berulang kali muncul dan berinteraksi dengan warga di Kecamatan Matur dan Palupuh, Kabupaten Agam.

Harimau Berulang Kali Muncul dan Dekati Warga

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra mengatakan pemasangan kandang jebak dilakukan bersama tim gabungan dan masyarakat pada Minggu (3/5/2026).

"Kandang jebak kita pasang bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin, Pagari Salareh Aia, pemerintah nagari dan masyarakat setempat," ungkapnya.

Ia menjelaskan, evakuasi dilakukan karena satwa dilindungi tersebut sudah beberapa kali terlihat warga bahkan memangsa ternak di sekitar permukiman.

"Evakuasi ini merupakan upaya terakhir karena penanganan sudah berapa kali kita lakukan," katanya.

Upaya Evakuasi dan Pengamanan Warga

BKSDA menyebut harimau sempat terlihat langsung oleh petugas saat identifikasi lapangan dan ditemukan dalam kondisi tidur sekitar 30 menit.

"Dengan kondisi itu, kita mengambil keputusan untuk mengevakuasi harimau sumatera dan warga dilarang untuk melakukan aktivitas di kebun sekitar kandang jebak itu," ujarnya.

Jika harimau masuk perangkap, satwa tersebut akan dibawa ke lokasi rehabilitasi untuk dilakukan observasi kesehatan.

Sebelumnya, dua warga bernama Samsuir (74) dan Syafmiati (57) dilaporkan bertemu langsung dengan harimau saat berada di kebun pada Sabtu (2/5), sehingga memicu penanganan intensif oleh tim gabungan.

BKSDA menegaskan harimau sumatera merupakan satwa langka yang dilindungi undang-undang, sehingga penanganan dilakukan dengan prosedur konservasi yang ketat.

Penulis :
Aditya Yohan