
Pantau - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) telah merehabilitasi terumbu karang seluas 2,23 hektare di kawasan Tebok Batang, Kota Bontang, Kalimantan Timur, melalui program konservasi berkelanjutan yang dijalankan sejak 2011 dan dipresentasikan dalam 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026 di Auckland, Selandia Baru.
Program Konservasi Berbasis Kolaborasi
Perwakilan Delegasi Pupuk Kaltim Astri Agustina mengatakan rehabilitasi dilakukan menggunakan tiga tipe modul terumbu buatan, yakni Pyramid, Cube, dan Dome, yang dirancang untuk mendukung penempelan karang serta meningkatkan keanekaragaman hayati.
Ia mengungkapkan, “Dalam implementasinya, rehabilitasi dilakukan dengan desain tiga tipe modul terumbu buatan, yaitu Pyramid, Cube, dan Dome. Model ini sangat mendukung penempelan karang serta peningkatan keanekaragaman hayati selama 15 tahun program di Tebok Batang.”
Program tersebut dikembangkan melalui pembangunan modul terumbu buatan, transplantasi karang, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pemantauan ekologi dan sosial secara berkelanjutan.
Program rehabilitasi dimulai setelah lebih dari 50 persen terumbu karang di perairan Bontang mengalami kerusakan akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.
Hingga 2025, kawasan rehabilitasi telah mencatat keberadaan 57 famili ikan karang dan 69 genus karang dengan luas rehabilitasi mencapai 2,23 hektare dari total kawasan konservasi seluas 10 hektare yang telah memperoleh Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).
Dipresentasikan di Forum Internasional
Astri menjelaskan kawasan Tebok Batang kini berkembang menjadi model konservasi berbasis kolaborasi yang melibatkan kelompok nelayan dalam pembangunan terumbu buatan, penenggelaman modul, hingga pemantauan berkala.
Ia mengatakan, “Pengalaman Pupuk Kaltim menunjukkan keberhasilan restorasi tidak hanya ditentukan teknologi yang digunakan, tetapi juga kesinambungan pemantauan serta adaptasi pengelolaan berdasarkan hasil evaluasi lapangan.”
Dalam ICRS 2026 yang diikuti lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara, Pupuk Kaltim menjadi satu-satunya perusahaan industri nasional yang mewakili Indonesia untuk mempresentasikan praktik restorasi terumbu karang berbasis sains, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya menegaskan keterlibatan perusahaan dalam forum tersebut merupakan bagian dari komitmen penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 14 tentang ekosistem laut.
Ia menegaskan, “Kami percaya masa depan ekosistem laut tidak dapat dijaga oleh satu pihak saja. Untuk itu, Pupuk Kaltim akan terus hadir bergandeng tangan memastikan sumber daya laut tetap lestari dan terjaga.”
- Penulis :
- Aditya Yohan



