HOME  ⁄  Nasional

Program BSPS Dinilai Khofifah Mampu Tekan Kemiskinan dan Dongkrak Ekonomi Warga Jatim

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Program BSPS Dinilai Khofifah Mampu Tekan Kemiskinan dan Dongkrak Ekonomi Warga Jatim
Foto: (Sumber: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan). ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim.)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) efektif menurunkan angka kemiskinan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui penyediaan hunian layak bagi warga berpenghasilan rendah.

Dampak BSPS terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Khofifah menyampaikan program BSPS secara langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat berupa tempat tinggal yang layak.

“Program BSPS ini sangat strategis karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, yaitu hunian yang layak. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan kualitas hidup, tetapi juga berkontribusi pada penurunan kemiskinan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan jumlah renovasi rumah melalui program tersebut meningkat signifikan dari 2.914 unit pada 2025 menjadi 33.000 unit pada 2026.

"Di Jawa Timur sendiri, peningkatan renovasi rumah BSPS cukup signifikan. Yang sebenarnya tahun lalu hanya 2.914 rumah, sekarang menjadi 33.000 rumah. Ini tentu berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan karena dengan hunian layak, taraf hidup masyarakat juga meningkat. Dengan begitu, ekonomi mereka juga membaik," katanya.

Menurutnya, hunian layak menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup, termasuk kesehatan, pendidikan, dan produktivitas keluarga.

Integrasi Program dan Dampak Ekonomi

Khofifah menambahkan program BSPS tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kehidupan yang lebih baik. Ada intervensi pada hunian sekaligus penguatan ekonomi keluarga,” katanya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyatakan program ini juga terhubung dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan pembiayaan Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar.

“Tujuannya agar keluarga penerima tidak hanya memiliki rumah yang layak, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi,” ujarnya.

Ia menyebut pembangunan 33.000 unit rumah diperkirakan mampu menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja dari berbagai sektor.

“Ekosistem perumahan ini menggerakkan banyak sektor. Dari kontraktor, toko bangunan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semua ikut bergerak. Ini yang kita harapkan menjadi pengungkit ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, anggota DPR Bambang Haryo Soekartono menyebut sebanyak 1.252 kepala keluarga di Surabaya menjadi penerima BSPS dengan sekitar 600 penerima telah terverifikasi hingga awal Mei 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf