
Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun anggaran 2026 sebagai upaya memperkuat infrastruktur pendidikan di wilayah prioritas.
Peresmian dilakukan di TK Kristen Kota Kupang pada Senin, sekaligus menandai dimulainya kembali program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA.
“Pertama ini menandai revitalisasi tahun 2026 yang Alhamdulillah sudah kami mulai, dan di Provinsi NTT ini banyak yang nanti akan kami bangun karena termasuk daerah prioritas, yakni 3T," ujar Abdul Mu'ti.
Fokus Revitalisasi di Daerah 3T
Mendikdasmen menegaskan pembangunan akan dilakukan secara bertahap, termasuk pembangunan unit sekolah baru guna meningkatkan akses pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Program ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan wajib belajar 13 tahun yang dicanangkan pemerintah.
Secara simbolis, peresmian dilakukan di jenjang taman kanak-kanak sebagai titik awal pelaksanaan program tahun ini.
Detail Anggaran dan Dampak Program
Untuk TK Kristen Kota Kupang, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp863,44 juta untuk pembangunan dua ruang kelas, ruang administrasi, toilet, taman bermain, serta Alat Peraga Edukatif di lahan seluas 1.250 meter persegi.
Kepala sekolah Nortje Padaleti menyampaikan sebelumnya kegiatan belajar dilakukan dengan dua rombongan dalam satu kelas.
“Kami sangat dibantu oleh Kemendikdasmen dengan gedung baru ini. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena anak-anak sudah bisa belajar dan bermain dengan bebas di ruangan-ruangan baru nanti,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, sebanyak 809 satuan pendidikan di NTT akan menerima program revitalisasi pada 2026 dengan total anggaran mencapai Rp630,8 miliar.
Program ini diharapkan meningkatkan kualitas sarana pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi peserta didik di NTT.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





