HOME  ⁄  Nasional

Pemprov NTT Mengusulkan 674 Sekolah untuk Direvitalisasi pada 2026 demi Peningkatan Kualitas Pendidikan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemprov NTT Mengusulkan 674 Sekolah untuk Direvitalisasi pada 2026 demi Peningkatan Kualitas Pendidikan
Foto: Kepala Dinas Pendidikan NTT Ambrosius Kodo. (sumber: ANTARA/Kornelis Kaha)

Pantau - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengusulkan 674 sekolah untuk direvitalisasi pada tahun 2026 kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna meningkatkan kualitas sarana pendidikan di wilayah tersebut.

Usulan tersebut disampaikan oleh Ambrosius Kodo di Kupang yang menyebutkan, "Untuk tahun 2026 ini, usulan kita ada 674 usulan sekolah yang direvitalisasi," ungkapnya.

Jumlah usulan revitalisasi itu terdiri dari 321 sekolah menengah kejuruan dan 353 sekolah menengah atas yang tersebar di 22 kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Seluruh usulan telah diajukan ke pemerintah pusat dan saat ini masih dalam proses penilaian tanpa kepastian hasil akhir.

"Semua sudah diajukan dan sedang berproses. Kita belum bisa memperkirakan diterima atau tidak," ujarnya.

Proses Verifikasi dan Koordinasi

Program revitalisasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Abdul Mu'ti untuk memastikan implementasi program dan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah dan pusat.

Saat ini, sekitar 10 sekolah telah memasuki tahap verifikasi di Jakarta sebagai bagian dari proses lanjutan.

"Kepala Sekolah 10 sekolah itu sudah berangkat ke Jakarta untuk melakukan verifikasi dan jika sudah lengkap maka sudah bisa berproses," jelasnya.

Dorongan Perbaikan Infrastruktur Pendidikan

Revitalisasi diajukan karena sejumlah gedung sekolah dinilai sudah membutuhkan perbaikan agar dapat mendukung kegiatan belajar mengajar secara optimal.

Pemerintah daerah juga mendorong percepatan kelengkapan administrasi seperti sertifikat tanah agar proses pengajuan tidak terhambat.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berharap ratusan sekolah yang diusulkan dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman bagi siswa.

Penulis :
Arian Mesa