HOME  ⁄  Nasional

Legislator Desak Investigasi Menyeluruh Kematian Dokter Magang di RSUD Kuala Tungkal

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Legislator Desak Investigasi Menyeluruh Kematian Dokter Magang di RSUD Kuala Tungkal
Foto: (Sumber: Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi.)

Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah mendesak Kementerian Kesehatan melakukan investigasi menyeluruh terkait kematian dokter magang di RSUD Kuala Tungkal, Jambi.

Neng Eem menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta, Selasa (5/5), dengan menekankan bahwa kasus tersebut tidak boleh berhenti pada belasungkawa semata.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dokter Myta. Kasus ini tidak boleh hanya berhenti pada ucapan belasungkawa. Harus ada investigasi menyeluruh," ungkapnya.

Ia menilai investigasi penting dilakukan mengingat adanya dugaan eksploitasi kerja terhadap dokter magang.

"Ada dugaan eksploitasi kerja yang sangat serius, dimana seorang dokter magang dijadwalkan jaga malam meski dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi,” ujarnya.

Ia juga mendukung langkah Kementerian Kesehatan yang telah mengirimkan tim investigasi terpadu untuk mengusut kasus tersebut.

Neng Eem mengingatkan agar investigasi tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mencakup tata kelola program magang dan sistem pendampingan peserta.

Ia meminta langkah tegas berupa pembekuan sementara program magang jika ditemukan pelanggaran standar kerja.

“Keamanan dan kesehatan dokter muda harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai program magang justru menjadi ajang setor nyawa akibat pengabaian kondisi kesehatan peserta,” katanya.

Ia juga mendorong evaluasi nasional terhadap program magang di seluruh fasilitas kesehatan serta penerapan skrining kesehatan sebelum penempatan.

“Kami mendesak agar sistem perlindungan dokter magang diperkuat guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Jangan sampai program ini digunakan untuk merekrut tenaga kerja murah yang menjurus pada aksi perpeloncoan terselubung,” ucapnya.

Selain itu, ia meminta Kemenkes membuka hasil investigasi secara transparan kepada publik untuk menghindari spekulasi.

“Kita butuh sistem tenaga kesehatan yang manusiawi. Jika seorang dokter yang bertugas menjaga nyawa orang lain justru tidak terjaga nyawanya sendiri karena sistem kerja yang eksploitatif, maka ada yang salah dengan manajemen kesehatan kita,” kata dia.

Informasi tambahan menyebut investigasi yang dilakukan diharapkan menjadi dasar pembenahan sistem pendidikan dan penempatan dokter magang di Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf