HOME  ⁄  Nasional

Gunung Ibu Meletus, Warga Halmahera Diminta Siapkan Masker dan Kacamata

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Gunung Ibu Meletus, Warga Halmahera Diminta Siapkan Masker dan Kacamata
Foto: (Sumber: Lontaran abu vulkanik dari bagian puncak Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, yang meletus, Rabu (6/5/2026) pagi. ANTARA/HO-Badan Geologi/pri..)

Pantau - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta warga di sekitar Gunung Ibu, Halmahera Barat, Maluku Utara, menyiapkan masker dan kacamata untuk mengantisipasi dampak hujan abu vulkanik setelah erupsi terjadi pada Rabu pagi.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan Gunung Ibu meletus pada pukul 09.54 WIT dengan tinggi kolom abu mencapai 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut.

Petugas pengamatan gunung api mencatat kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke wilayah barat.

Warga Diimbau Gunakan Pelindung Diri

Lana mengatakan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker dan pelindung mata apabila terjadi hujan abu.

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan pelindung hidung, mulut atau masker, serta pelindung mata,” ujarnya.

Berdasarkan rekaman seismogram, erupsi Gunung Ibu memiliki amplitudo maksimum 23 milimeter dengan durasi sekitar 55 detik.

Saat ini status Gunung Ibu masih berada pada Level II atau Waspada.

Zona Bahaya Diperluas

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan radius bahaya sejauh dua kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu.

Selain itu, perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer diberlakukan ke arah bukaan kawah bagian utara.

Pemerintah juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi bohong atau hoaks terkait aktivitas vulkanik Gunung Ibu dan tetap mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici, Halmahera Barat.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG Bandung untuk memantau perkembangan aktivitas gunung api demi keselamatan warga di sekitar wilayah terdampak.

Penulis :
Aditya Yohan