
Pantau - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN bersama Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) sebagai upaya mencegah perceraian dan meningkatkan kesiapan calon pengantin di Indonesia.
Penguatan tersebut dibahas dalam audiensi antara Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Selasa, 5 Mei 2026 di Jakarta.
Kolaborasi ini difokuskan pada pembinaan calon pengantin melalui pendampingan berbasis data untuk memastikan kesiapan sebelum menikah.
Penguatan Pembinaan Pranikah Berbasis Data
Program Elsimil diarahkan untuk memastikan calon pengantin siap secara kesehatan, mental, dan sosial sebelum memasuki pernikahan. Pemerintah menegaskan bahwa pernikahan tidak hanya sah secara administrasi dan agama, tetapi juga harus memenuhi kesiapan kualitas keluarga. Penguatan aplikasi ini juga ditujukan untuk mencegah stunting serta berbagai persoalan keluarga di masa depan. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan dukungan terhadap penguatan pembinaan pranikah melalui kerja sama lintas kementerian untuk memperkuat ketahanan keluarga.
Data Perceraian dan Dampak Sosial
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, terdapat 438.168 kasus perceraian di Indonesia. Rinciannya terdiri dari 91.652 kasus cerai talak dan 346.516 kasus cerai gugat yang menunjukkan tingginya angka perpisahan rumah tangga. Data tersebut juga memperlihatkan bahwa perceraian berdampak langsung pada kondisi anak serta ketidakpastian ekonomi perempuan. Di Kota Surabaya, pemerintah daerah menerapkan kebijakan penangguhan layanan administrasi kependudukan bagi mantan suami yang tidak memenuhi kewajiban nafkah pascaperceraian. Hingga awal April 2026 tercatat 8.180 mantan suami belum memenuhi kewajiban nafkah, dengan hampir 5.000 perkara tunggakan nafkah anak serta 7.189 perkara terkait nafkah iddah dan mutah. Sinergi Kemendukbangga/BKKBN dan Kemenag melalui integrasi layanan Elsimil diharapkan memperkuat kesiapan keluarga Indonesia sejak pranikah sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Shila Glorya





