HOME  ⁄  Nasional

FPIK UHO dan MSC Perkuat Edukasi Perikanan Tuna Berkelanjutan melalui Kolaborasi Strategis

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

FPIK UHO dan MSC Perkuat Edukasi Perikanan Tuna Berkelanjutan melalui Kolaborasi Strategis
Foto: Foto bersama saat pembukaan Kuliah Tamu Hari Tuna Sedunia di FPIK, UHO Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (6/5/2026). (sumber: ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Pantau - Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo Kendari bekerja sama dengan Asosiasi Perikanan Pole and Line dan Handline Indonesia serta Marine Stewardship Council untuk memperkuat edukasi perikanan tuna berkelanjutan.

Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya keberlanjutan sektor perikanan.

Penguatan Standar Keberlanjutan dan Akademik

Wakil Dekan I FPIK UHO Prof Yasir menyebut kerja sama ini menjadi momentum memperkaya wawasan mahasiswa terkait standar keberlanjutan produk perikanan di pasar global.

Ia menegaskan bahwa masyarakat dunia kini memperhatikan standar lingkungan serta sosial ekonomi dalam konsumsi tuna.

Mahasiswa diharapkan memahami hal tersebut agar produk perikanan Indonesia berdaya saing dan tidak merusak lingkungan.

FPIK UHO juga aktif dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan melalui riset dan pengabdian masyarakat.

Sejumlah dosen FPIK UHO terlibat dalam tim panel ilmiah Wilayah Pengelolaan Perikanan 714 yang mencakup Laut Banda dan Teluk Tolo.

Berdasarkan survei bersama mitra, sekitar 90 persen perikanan di Sulawesi Tenggara didominasi perikanan skala kecil.

Kondisi tersebut menjadi perhatian akademisi untuk memberikan masukan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

FPIK UHO berencana memperpanjang kerja sama dengan AP2HI yang akan berakhir pada Agustus menjadi lebih strategis.

Pengelolaan sektor perikanan dinilai tidak dapat dilakukan sendiri dan membutuhkan sinergi kampus, industri, dan organisasi internasional.

Peran Mahasiswa dan Dukungan Industri Perikanan

Perwakilan Marine Stewardship Council Indonesia Usmawati Anggita menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam rantai perikanan berkelanjutan.

Mahasiswa diharapkan mulai kritis terhadap asal usul ikan yang dikonsumsi.

Mereka juga diharapkan memiliki preferensi terhadap produk perikanan yang telah tersertifikasi keberlanjutan.

Selain itu mahasiswa diharapkan berkontribusi melalui penelitian yang mendukung keberlanjutan perikanan Indonesia.

PT Sultra Tuna Samudra mendukung keberlanjutan melalui kemitraan dengan nelayan kecil.

Sejak 2021 perusahaan tersebut bekerja sama dengan kapal di bawah 30 gross tonnage.

Metode penangkapan yang digunakan adalah pole and line atau pancing tonda yang dinilai ramah lingkungan.

Metode ini tidak merusak terumbu karang dan memberi waktu pemulihan alami bagi lingkungan laut.

Pemulihan terjadi terutama saat nelayan tidak melaut akibat cuaca atau angin timur pada periode Mei hingga Juli.

Industri juga berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal melalui program magang bagi mahasiswa FPIK UHO.

Program magang tersebut telah berjalan sejak akhir 2022.

Tidak ada batasan kuota magang sehingga kolaborasi ini diharapkan menyiapkan sumber daya manusia siap terjun ke industri pengolahan perikanan.

FPIK UHO juga berencana memperkuat kerja sama jangka panjang dengan AP2HI untuk pengembangan sektor perikanan berkelanjutan di masa mendatang.

Penulis :
Shila Glorya