HOME  ⁄  Nasional

PPIH Imbau KBIHU Batasi Umrah Sunnah dan Tunda Tur Kota demi Jaga Kondisi Jamaah Haji

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PPIH Imbau KBIHU Batasi Umrah Sunnah dan Tunda Tur Kota demi Jaga Kondisi Jamaah Haji
Foto: (Sumber: Jamaah calon haji memasuki bus Shalawat di kawasan Syisyah diuntuk melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram, Makkah, Jumat (1/5/2026). ANTARA/Citro Atmoko.)

Pantau - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) membatasi pelaksanaan umrah sunnah serta menunda kegiatan tur kota ke luar Makkah menjelang fase puncak haji atau Armuzna.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Erti Herlina, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan, keamanan, dan keselamatan jamaah calon haji.

“Saat ini PPIH hanya mengizinkan pelaksanaan umrah sunah maksimal tiga kali sebelum masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Kebijakan ini murni ditujukan untuk melindungi kesehatan, keamanan, dan keselamatan para jamaah calon haji,” ujar Erti di Makkah, Kamis.

Ia menegaskan pimpinan dan pembimbing KBIHU memiliki peran penting untuk mengedukasi jamaah agar tidak memaksakan diri menjalankan aktivitas tambahan yang berpotensi menguras tenaga.

Tur Kota ke Luar Makkah Diminta Ditunda

Selain membatasi umrah sunnah, PPIH juga meminta kegiatan tur kota tidak dilakukan hingga ke luar wilayah Makkah.

Kebijakan tersebut mengikuti surat edaran resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi demi menjaga kenyamanan jamaah calon haji.

Sebagai bentuk pengawasan, setiap KBIHU yang menyelenggarakan umrah sunnah atau tur di dalam Kota Makkah diwajibkan melapor dan membuat surat pernyataan kepada kepala sektor masing-masing.

KBIHU Wajib Laporkan Jumlah Jamaah

Erti menjelaskan surat pernyataan itu harus memuat tujuan kegiatan dan jumlah pasti jamaah yang ikut dalam kegiatan tersebut.

“Hal ini sangat penting agar pergerakan jamaah calon haji terus termonitor dengan baik. Ketika jamaah calon haji berangkat dan pulang, jumlahnya harus sama. Pimpinan KBIHU harus dapat memastikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan jamaah calon haji tetap terjaga,” katanya.

PPIH berharap pembatasan aktivitas tambahan menjelang Armuzna dapat membantu jamaah menjaga kondisi fisik agar tetap prima saat menjalani rangkaian ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Penulis :
Aditya Yohan