
Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat skrining hantavirus setelah muncul kasus infeksi di sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik dan menjadi perhatian dunia internasional.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO untuk menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit tersebut.
“Memang itu masih terkonsentrasi di kapal itu. Jadi belum menyebar kemana-mana. Yang kita lakukan kita mempersiapkan agar screeningnya kita punya,” kata Budi di Jakarta, Kamis.
Budi menjelaskan skrining yang disiapkan dapat berupa rapid test seperti saat pandemi COVID-19 maupun reagen yang digunakan dalam mesin PCR.
Ia menegaskan saat ini Kemenkes masih fokus melakukan pengawasan dan surveilans terhadap perkembangan kasus hantavirus tersebut.
WHO Laporkan Kasus dan Kematian di Kapal Pesiar
WHO sebelumnya menyampaikan terdapat kasus infeksi hantavirus yang terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius yang berada di lepas pantai Tanjung Verde.
Pejabat sementara Direktur Kesiapan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO Maria Van Kerkhove mengatakan hingga 4 Mei 2026 terdapat enam kasus dugaan infeksi, termasuk tiga kematian.
Satu pasien dilaporkan dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan, sementara dua pasien lainnya masih berada di kapal dan direncanakan dievakuasi ke Belanda untuk mendapatkan perawatan medis.
Sekitar 150 orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal berada di kapal tersebut saat kasus ditemukan.
WHO bersama otoritas Tanjung Verde, Belanda, dan operator kapal disebut tengah mengatur proses evakuasi pasien.
Spanyol Izinkan Kapal Bersandar di Canary
Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan pihaknya menerima kapal MV Hondius untuk bersandar di Kepulauan Canary menyusul kasus hantavirus tersebut.
“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bekerja sama dengan Uni Eropa, telah meminta pemerintah Spanyol untuk menerima kapal MV Hondius di Kepulauan Canary,” demikian pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Spanyol.
WHO juga mengonfirmasi terdapat tujuh kasus infeksi di kapal tersebut, termasuk tiga korban meninggal dunia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





