
Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 akan dilakukan melalui delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang mencakup 60 program strategis.
Rachmat mengatakan delapan klaster tersebut meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, penurunan kemiskinan, ekonomi kerakyatan dan desa, serta infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana.
“Keberhasilan seluruh agenda PKPN didukung oleh fondasi pertahanan keamanan, pendekatan hukum, tata kelola, digitalisasi, dan diplomasi ekonomi,” katanya dalam Rakorbangpus 2026 di Jakarta, Kamis.
Fokus Pangan, Energi, dan Pendidikan
Dalam sektor kedaulatan pangan, pemerintah menyiapkan sejumlah program seperti pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih, pengadaan 4.582 kapal ikan modern, revitalisasi tambak nila salin di Pantura, hingga pengembangan kawasan perkebunan dan peningkatan produksi daging, susu, serta telur.
Untuk sektor energi dan air, pemerintah menargetkan implementasi biodiesel B50 dan bioetanol E20, pembangunan PLTS 1.000 gigawatt, konversi enam juta motor BBM menjadi motor listrik, elektrifikasi 10 ribu desa, hingga pembangunan jaringan gas kota untuk satu juta sambungan rumah.
Klaster pendidikan mencakup program Makan Bergizi Gratis bagi anak sekolah, revitalisasi sarana pendidikan, digitalisasi sekolah melalui dua juta papan interaktif digital, pembangunan 20 Sekolah Garuda Baru, 514 Sekolah Rakyat, hingga pendirian 10 universitas baru berbasis STEMM.
Rachmat juga menyebut pemerintah akan meningkatkan kesejahteraan guru melalui transfer langsung tunjangan dan memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui PP TUNAS.
Infrastruktur dan Pengentasan Kemiskinan Jadi Prioritas
Pada sektor kesehatan, pemerintah akan menjalankan program Makan Bergizi Gratis untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, peningkatan kualitas 66 rumah sakit, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penuntasan tuberkulosis.
Sementara itu, klaster hilirisasi dan industrialisasi mencakup 18 proyek industri strategis, pengembangan mobil nasional, motor nasional, industri semikonduktor, dan ekosistem industri kedirgantaraan.
Di sektor infrastruktur, pemerintah menyiapkan pembangunan giant sea wall, rehabilitasi pascabencana di Sumatera, program tiga juta rumah, serta pengembangan jaringan kereta api nasional.
Klaster ekonomi kerakyatan dan desa akan dijalankan melalui pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan percepatan pembangunan daerah 3T.
Adapun program penurunan kemiskinan dilakukan melalui bantuan sosial terintegrasi PRO-KESRA dan pemberdayaan 10 juta penduduk untuk bekerja dan berusaha.
“Ambisi ini akan segera diiringi juga dengan langkah yang terukur, yang semata-mata untuk satu tujuan: Pertumbuhan yang mendorong kesejahteraan, merata, dan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Rachmat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





