HOME  ⁄  Nasional

Batu Bara Kembali Jadi Primadona Saat Krisis Energi Global Mengancam

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Batu Bara Kembali Jadi Primadona Saat Krisis Energi Global Mengancam
Foto: (Sumber: Ilustrasi. Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI).)

Pantau - Komoditas batu bara kembali menunjukkan daya tariknya di tengah ancaman krisis energi global akibat perang yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Pakar energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti mengatakan batu bara akan kembali menjadi komoditas unggulan ketika harga minyak dunia melonjak tajam.

“Batu bara akan selalu menjadi primadona ketika harga minyak meroket,” kata Yayan.

Harga batu bara tercatat naik signifikan dari 115 dolar AS per ton pada Februari 2026 menjadi 145,86 dolar AS per ton pada pertengahan Maret 2026.

Kenaikan harga tersebut terjadi setelah pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran dan semakin meningkat usai Iran menutup Selat Hormuz.

Penutupan jalur pelayaran strategis itu dinilai memperlihatkan rapuhnya rantai pasok energi dunia sekaligus meningkatkan ketergantungan terhadap batu bara sebagai sumber energi alternatif.

Batu Bara Dinilai Jadi Pilar Keamanan Energi

Di tengah keterbatasan pasokan minyak dan gas bumi, batu bara dinilai kembali menjadi solusi darurat untuk menjaga ketahanan energi berbagai negara.

Pemerintah Indonesia juga disebut tidak hanya menjadikan batu bara sebagai pilar keamanan energi nasional, tetapi juga sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada energi.

Pengembangan hilirisasi batu bara, termasuk proyek dimethyl ether (DME), menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Selain itu, industri batu bara nasional juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Harga Batu Bara Naik di Tengah Gejolak Timur Tengah

Gejolak geopolitik di Timur Tengah turut mempengaruhi pergerakan berbagai komoditas global.

Saat harga emas mengalami tren penurunan dalam dua bulan terakhir sejak konflik pecah, harga batu bara justru menunjukkan tren kenaikan.

Kondisi tersebut memperkuat posisi batu bara sebagai komoditas strategis di tengah ancaman krisis energi global.

Pengamat menilai selama ketidakpastian pasokan minyak dan gas masih berlangsung, batu bara akan tetap menjadi sumber energi utama bagi banyak negara.

Penulis :
Ahmad Yusuf