HOME  ⁄  Geopolitik

Amerika Serikat Sebut Iran Jadi Ancaman Terbesar dari Timur Tengah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Amerika Serikat Sebut Iran Jadi Ancaman Terbesar dari Timur Tengah
Foto: (Sumber: Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu))

Pantau - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Iran sebagai ancaman terbesar yang berasal dari kawasan Timur Tengah berdasarkan dokumen Strategi Kontraterorisme Amerika Serikat.

Dalam dokumen tersebut, pemerintah AS menilai ancaman Iran datang secara langsung maupun tidak langsung melalui dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan.

“Ancaman terbesar bagi Amerika Serikat yang berasal dari Timur Tengah datang khususnya dari Iran, baik secara langsung melalui kemampuan nuklir dan misilnya, maupun secara tidak langsung lewat miliaran dolar yang disalurkan kepada kelompok teror proksinya, termasuk Hezbollah,” demikian isi dokumen tersebut seperti dikutip RIA Novosti.

Ketegangan AS-Iran Picu Kekhawatiran Global

Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Situasi memanas tersebut kemudian mendorong Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April 2026.

Namun, pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan final.

Presiden Donald Trump kemudian memperpanjang penghentian pertempuran untuk memberi waktu bagi Iran menyusun “proposal terpadu.”

Ketegangan antara kedua negara juga sempat mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.

Kondisi tersebut memicu lonjakan harga energi dunia akibat kekhawatiran terganggunya pasokan minyak internasional.

Trump Tunda Operasi Project Freedom

Trump sebelumnya mengumumkan operasi bertajuk Project Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz agar dapat keluar dengan aman.

Namun, pada Selasa waktu setempat, Trump memutuskan menunda operasi tersebut sementara waktu.

Penundaan dilakukan untuk membuka peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Sebelumnya, Trump juga menyatakan peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran masih sangat mungkin terjadi.

Penulis :
Aditya Yohan