HOME  ⁄  Geopolitik

Pakistan Sambut Penangguhan Project Freedom AS di Selat Hormuz

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pakistan Sambut Penangguhan Project Freedom AS di Selat Hormuz
Foto: (Sumber: Foto yang diambil pada 19 Februari 2025 menunjukkan Selat Hormuz. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyambut baik keputusan Amerika Serikat menangguhkan operasi militer Project Freedom di Selat Hormuz karena dinilai dapat membantu meredakan ketegangan kawasan.

Pakistan Nilai Langkah AS Bantu Perdamaian Regional

Shehbaz Sharif mengatakan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi perkembangan positif bagi stabilitas kawasan di tengah situasi sensitif saat ini.

Dalam pernyataan di platform X pada Rabu (6/5), Shehbaz menyebut keputusan tersebut juga merupakan respons atas permintaan Pakistan dan sejumlah negara lain termasuk Arab Saudi.

“Tanggapan Presiden AS Donald Trump terhadap permintaan yang diajukan oleh Pakistan dan negara-negara lain, termasuk Arab Saudi, akan sangat membantu dalam memajukan perdamaian, stabilitas, dan rekonsiliasi regional selama periode yang sensitif ini,” ujar Shehbaz Sharif.

Ia menegaskan Pakistan tetap berkomitmen mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi.

Menurutnya, keterlibatan damai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah.

Trump Tunda Operasi Militer di Hormuz

Shehbaz berharap momentum penangguhan operasi tersebut dapat membuka jalan menuju kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

“Kami sangat berharap bahwa momentum saat ini akan mengarah pada kesepakatan yang menjamin perdamaian dan stabilitas berkelanjutan bagi kawasan tersebut dan sekitarnya,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump pada Selasa (5/5) menyatakan Project Freedom akan ditangguhkan sementara untuk melihat peluang tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.

Operasi militer tersebut sebelumnya dirancang untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Penulis :
Ahmad Yusuf