HOME  ⁄  Geopolitik

PM Irak Tawarkan Baghdad Jadi Mediator Iran dan AS di Tengah Ketegangan Regional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PM Irak Tawarkan Baghdad Jadi Mediator Iran dan AS di Tengah Ketegangan Regional
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Sebuah spanduk raksasa yang menggambarkan Selat Hormuz dipajang di Lapangan Vali-e Asr, menampilkan frasa "Di titik kritis" seiring berlanjutnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di Teheran, Iran pada 02 Mei 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Perdana Menteri Irak terpilih Ali Faleh Al-Zaidi menawarkan Baghdad sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat untuk membantu meredakan ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Irak Dukung Jalur Diplomasi Iran dan AS

Ali Faleh Al-Zaidi menyampaikan dukungan Irak terhadap upaya diplomasi dan dialog dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

“Dalam percakapan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, kami menegaskan dukungan terhadap proses diplomatik dan dialog untuk meredam krisis,” tulis Al-Zaidi di platform X, Selasa.

Ia menegaskan Irak siap mengambil peran sebagai mediator guna mendorong penyelesaian damai antara kedua negara.

“Kami telah menyampaikan kesiapan Irak untuk bertindak sebagai mediator antara Iran dan AS,” ujarnya.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat setelah Washington dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran pada 28 Februari yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Perundingan Iran-AS Belum Capai Terobosan

Pada 7 April, Amerika Serikat dan Iran sempat mengumumkan gencatan senjata, namun perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan baru.

Sejak saat itu belum ada laporan bentrokan baru antara kedua pihak, meski Amerika Serikat masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Sejumlah mediator internasional kini terus berupaya mengatur putaran baru perundingan antara Tehran dan Washington guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Penulis :
Aditya Yohan