HOME  ⁄  Geopolitik

Rubio Tegaskan Pasukan AS di Selat Hormuz Tidak Akan Menembak Lebih Dulu

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rubio Tegaskan Pasukan AS di Selat Hormuz Tidak Akan Menembak Lebih Dulu
Foto: (Sumber: Sebuah kapal menunggu di Oman, 8 April 2026, untuk dapat melintasi Selat Hormuz setelah gencatan senjata sementara selama dua pekan antara AS dan Iran. Lalu lintas pengiriman barang melalui Selat Hormuz tetap berada pada tingkat rendah kendati gencatan senjata masih berlaku. /ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan militer AS di Selat Hormuz tidak akan melakukan penembakan lebih dulu dalam operasi pengamanan kawasan tersebut.

“Ini (Project Freedom) bukan operasi ofensif (penyerangan). Ini adalah operasi defensif (pertahanan). Artinya sangat sederhana, tidak ada penembakan kecuali kami ditembak lebih dulu,” kata Rubio kepada wartawan, Selasa (5/5).

Rubio menyebut pasukan AS tetap akan merespons apabila mendapat ancaman langsung di wilayah Selat Hormuz.

“Kami tidak akan membiarkan kapal cepat mendekati kapal kami lalu menembakinya. Kami akan merespons,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa AS siap menembak jatuh drone maupun rudal yang dianggap mengancam pasukan militernya.

Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Memanas

Pernyataan Rubio muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan Project Freedom untuk membantu kapal-kapal yang terjebak keluar dari wilayah Selat Hormuz.

Pada Jumat lalu, Trump juga mengirim surat kepada Kongres yang menyatakan permusuhan terhadap Iran yang dimulai sejak 28 Februari telah berakhir.

Meski demikian, Pentagon disebut tetap memperbarui postur militer di kawasan karena ancaman dinilai masih ada.

Rubio juga memastikan bahwa Operasi Epic Fury telah berakhir.

Iran Klaim Cegah Kapal Perang AS Masuk Selat Hormuz

Penyiar IRIB melaporkan militer Iran mencegah kapal AS memasuki Selat Hormuz dengan menyerang kapal perang menggunakan dua rudal pada Senin (4/5).

Namun laporan tersebut dibantah oleh US Central Command.

Sebelumnya, pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Washington dan Teheran kemudian menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April.

Perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan sehingga Trump memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi waktu Iran menyusun “proposal terpadu.”

Penulis :
Aditya Yohan