
Pantau - Pemerintah Indonesia mendesak seluruh pihak yang terlibat konflik di Timur Tengah untuk menahan diri dan mendorong deeskalasi setelah fasilitas kilang minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), diserang rudal dan drone.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Indonesia sangat prihatin atas serangan terhadap fasilitas energi tersebut karena berpotensi memperburuk situasi keamanan kawasan.
“Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati kesepakatan gencatan senjata penuh, dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap infrastruktur sipil,” tulis Kemlu RI melalui akun media sosial X, Rabu.
Pemerintah menilai serangan terhadap kilang minyak di Fujairah berisiko meningkatkan ketegangan dan mengganggu rantai pasok serta keamanan energi global.
Kemlu RI juga mengingatkan konflik yang terus memburuk dapat meluas hingga berdampak ke negara-negara di luar kawasan Timur Tengah.
Indonesia Dorong Perdamaian Kawasan
Indonesia menegaskan kesiapan mendukung berbagai upaya dialog dan penurunan ketegangan demi terciptanya perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah.
Selain itu, pemerintah mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di UEA untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah eskalasi konflik regional.
“Seluruh WNI diimbau agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta senantiasa mengikuti arahan pemerintah setempat serta perwakilan RI di UAE,” demikian pernyataan Kemlu RI.
Serangan terhadap fasilitas minyak di Fujairah dilaporkan terjadi pada Senin (4/5/2026).
Kantor Media Fujairah menyebut kebakaran besar terjadi di Zona Industri Minyak Fujairah setelah kawasan tersebut diduga diserang drone yang diluncurkan dari Iran.
Iran Bantah Terlibat Serangan
Pihak berwenang Fujairah menyatakan tiga warga negara India mengalami luka-luka akibat insiden tersebut dan telah menjalani perawatan di rumah sakit.
Namun, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC membantah melakukan serangan rudal maupun drone terhadap UEA.
Media pemerintah Iran, IRIB, mengutip pernyataan juru bicara Markas Besar IRGC Khatam al-Anbiya yang menyebut tidak ada operasi militer Iran terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir.
IRGC juga menolak tuduhan dari Kementerian Pertahanan UEA dan menyebut klaim tersebut tidak berdasar.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir menyusul konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya di sekitar Selat Hormuz.
- Penulis :
- Aditya Yohan





