
Pantau - Amerika Serikat kembali mendesak Jepang, Korea Selatan, Australia, hingga negara-negara Eropa untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran terkait operasi maritim Project Freedom.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Washington berharap sekutu-sekutunya turut mengambil peran dalam menjaga jalur perdagangan strategis tersebut yang saat ini masih memanas akibat konflik di Timur Tengah.
“Kami berharap Korea Selatan akan meningkatkan perannya, seperti kami berharap Jepang akan meningkatkan perannya, seperti kami berharap Australia akan meningkatkan perannya, seperti kami berharap Eropa juga akan meningkatkan perannya,” kata Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon, Selasa (5/5/2026).
Project Freedom Picu Ketegangan Baru
Operasi Project Freedom mulai dijalankan AS sejak Senin (4/5/2026) untuk mengawal kapal-kapal komersial yang terjebak di Selat Hormuz setelah jalur tersebut efektif ditutup Iran sejak serangan AS dan Israel pada akhir Februari lalu.
Namun, operasi itu memicu baku tembak baru antara AS dan Iran pada awal pelaksanaannya.
Trump juga mengungkapkan Iran sempat menembaki kapal kargo Korea Selatan dan sejumlah target lain yang tidak berkaitan langsung dengan operasi maritim tersebut.
Meski begitu, hanya dua kapal dagang berbendera AS yang diketahui berhasil melintasi Selat Hormuz dengan pengawalan militer hingga saat ini.
AS Sebut Jalur Dagang Vital untuk Dunia
Pemerintah AS menegaskan operasi tersebut bersifat sementara dan bertujuan menjaga stabilitas perdagangan global.
Hegseth mengatakan Selat Hormuz lebih penting bagi kepentingan ekonomi negara lain dibandingkan Amerika Serikat.
“Ini adalah misi sementara bagi kami. Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, dunia membutuhkan jalur ini jauh lebih besar daripada kami,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine menyebut sekitar 22.500 pelaut di lebih dari 1.550 kapal komersial masih terjebak di Teluk Persia dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.
Presiden Donald Trump juga dijadwalkan membahas konflik Iran bersama Presiden China Xi Jinping saat kunjungannya ke Beijing pekan depan.
Trump mengaku China tidak memberikan tantangan terhadap langkah AS di kawasan tersebut.
“Saya pikir dia sangat menghormati. Kami tidak mendapat tantangan dari China. Mereka tidak menantang kami,” kata Trump.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





