HOME  ⁄  Nasional

Rubio Sebut AS Tetap Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak Akibat Konflik Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rubio Sebut AS Tetap Tangguh Hadapi Lonjakan Harga Minyak Akibat Konflik Iran
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Pengisian BBM. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz telah mendorong kenaikan harga minyak dan tekanan ekonomi di berbagai belahan dunia. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengakui negaranya terdampak kenaikan harga minyak di tengah memanasnya konflik dengan Iran, namun menilai AS masih cukup tangguh menghadapi gejolak pasar energi global.

Rubio menyampaikan pernyataan tersebut dalam pengarahan di Washington pada Selasa (5/5) waktu setempat.

“Kami tentu masih rentan dalam batas tertentu terhadap harga global … tetapi pada akhirnya, kami lebih terlindungi dibandingkan negara lain,” ujar Rubio.

Pernyataan itu muncul setelah ketegangan di kawasan Timur Tengah memicu lonjakan harga energi dunia akibat terganggunya jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.

Konflik AS-Iran Picu Tekanan Pasar Energi

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan harga energi mulai mengalami penurunan dan memperkirakan kondisi pasar akan membaik setelah perang berakhir.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil di Iran.

Sebagai balasan, Iran menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah yang disebut sebagai bentuk pertahanan diri.

Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia

Ketegangan di sekitar Iran memicu blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Kondisi itu menyebabkan harga minyak dunia melonjak dan menekan perekonomian di berbagai negara.

Rubio menilai meski AS tetap terdampak fluktuasi harga energi global, posisi Amerika masih lebih kuat dibanding negara lain karena kapasitas energi domestik yang dimiliki.

Konflik di kawasan Timur Tengah juga terus menjadi perhatian dunia karena berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dalam jangka panjang.

Penulis :
Ahmad Yusuf