
Pantau - Amerika Serikat menyiapkan rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melindungi kebebasan navigasi di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan resolusi tersebut disusun bersama Bahrain serta sejumlah negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar.
“Atas arahan Presiden Trump, AS, bersama Bahrain dan mitra Teluk kami, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar, menyusun Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk membela kebebasan navigasi di Selat Hormuz,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS, Rabu.
Resolusi Soroti Dugaan Ranjau Laut Iran
Rancangan resolusi itu mendesak Iran menghentikan serangan, dugaan penanaman ranjau laut di Selat Hormuz, serta pungutan biaya terhadap kapal yang melintas.
Selain itu, Iran juga diminta mengungkap lokasi ranjau laut yang diduga dipasang di jalur perairan strategis tersebut.
Washington berharap pembahasan resolusi dapat segera diputuskan dalam beberapa hari mendatang setelah konsultasi dengan anggota Dewan Keamanan PBB lainnya.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS meningkatkan operasi pembersihan ranjau hingga tiga kali lipat di Selat Hormuz.
Trump juga memerintahkan militer AS menembak setiap kapal Iran yang diduga melakukan penanaman ranjau di wilayah tersebut.
Konflik AS-Iran di Selat Hormuz Memanas
Pada akhir April, Menteri Perang AS Pete Hegseth menolak menjelaskan kapan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz akan selesai dilakukan.
Selat Hormuz menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia dan belakangan menjadi pusat ketegangan antara AS dan Iran.
Pemerintah AS menilai kebebasan navigasi di kawasan tersebut harus dijaga untuk memastikan distribusi energi global tidak terganggu.
Sementara itu, Iran hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait rancangan resolusi yang tengah disiapkan AS di Dewan Keamanan PBB.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





