
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan negosiasi nuklir sangat mungkin tercapai setelah pembicaraan intensif dalam 24 jam terakhir.
Trump Klaim Pembicaraan dengan Iran Berjalan Positif
Trump mengatakan Iran menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan dengan Washington, namun menegaskan Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
“Mereka ingin membuat kesepakatan. Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir, dan sangat mungkin kami akan membuat kesepakatan,” kata Trump di Ruang Oval, Rabu (6/5).
“Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memilikinya, dan mereka telah menyetujuinya,” ujarnya menambahkan.
Trump juga menegaskan tidak ada tenggat waktu khusus dalam proses negosiasi tersebut.
Dalam wawancara sebelumnya dengan stasiun televisi PBS, Trump menyebut kesepakatan yang sedang dibahas mencakup penghentian operasi fasilitas nuklir bawah tanah Iran dan pemindahan stok uranium yang diperkaya ke Amerika Serikat.
Meski optimistis, Trump tetap melontarkan peringatan keras kepada Teheran.
“Jika mereka setuju, semuanya selesai, dan jika mereka tidak setuju, kita akan jatuhkan bom,” katanya.
Iran Masih Kaji Proposal AS
Pemerintah Iran menyatakan proposal Amerika Serikat yang disampaikan melalui mediasi Pakistan masih dalam tahap peninjauan internal.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Teheran akan menyampaikan sikap resminya setelah proses evaluasi selesai.
Media semi-resmi Iran, ISNA, juga menyebut sebagian laporan media Amerika terkait isi kesepakatan masih bersifat spekulatif.
Laporan Axios menyebut Iran dan AS hampir mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka negosiasi nuklir yang lebih luas.
Draf kesepakatan itu disebut mencakup penghentian perang, pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, serta pelonggaran bertahap sanksi AS.
Iran dikabarkan akan menyetujui moratorium pengayaan uranium, sementara AS akan mencairkan sebagian dana Iran yang dibekukan dan melonggarkan sanksi ekonomi.
Namun, durasi moratorium pengayaan uranium masih menjadi perdebatan karena Iran mengusulkan lima tahun, sedangkan AS menginginkan 20 tahun.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





