HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenperin Fasilitasi IKM Drone Raih Sertifikasi Internasional untuk Tembus Pasar Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenperin Fasilitasi IKM Drone Raih Sertifikasi Internasional untuk Tembus Pasar Global
Foto: (Sumber: Produk drone yang diproduksi oleh industri kecil menengah (IKM) dalam negeri (ANTARA/HO-Kemenperin))

Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi industri kecil menengah (IKM) pesawat nirawak atau drone untuk memperoleh sertifikasi internasional guna memperkuat daya saing produk dalam negeri di pasar global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan IKM drone memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan inovasi teknologi berbasis kebutuhan lokal.

“Ke depan, Kemenperin akan terus memperkuat ekosistem pembinaan IKM drone melalui pendekatan yang holistik, mulai dari perluasan akses pasar, penguatan kapasitas teknologi, hingga pemberian perlindungan dan fasilitas afirmatif bagi pelaku usaha,” kata Agus di Jakarta, Kamis.

Menurut Agus, industri drone merupakan sektor masa depan yang memiliki potensi besar untuk berkembang di tingkat internasional.

“Industri drone merupakan sektor masa depan. Kemenperin hadir untuk memastikan pelaku IKM drone dapat tumbuh dan berdaya saing tinggi di pasar internasional,” tegasnya.

Kemenperin Jalankan Program Sertifikasi ISO

Selama tiga tahun terakhir, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menjalankan berbagai program pembinaan secara terstruktur untuk IKM drone.

Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), terdapat 15 unit usaha skala kecil dan dua unit usaha skala menengah di sektor drone yang menyerap 218 tenaga kerja.

Secara keseluruhan, ekosistem industri drone nasional mencakup 29 unit usaha dengan total 853 tenaga kerja dan nilai investasi mencapai Rp7,17 miliar.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita mengatakan pihaknya tengah menjalankan program fasilitasi sertifikasi ISO 9001:2015 hingga Oktober 2026.

“Kami telah melakukan seleksi terhadap IKM drone yang akan difasilitasi, mulai dari pembekalan materi, pendampingan penyusunan dokumen, audit internal, hingga pendampingan audit eksternal sampai memperoleh sertifikat ISO,” jelas Reni.

Bidik Peluang Ekspor ke Negara BRICS

Kemenperin juga membuka peluang kerja sama internasional bagi IKM drone melalui partisipasi dalam ajang BRICS-Science and Innovation Incubation Park (SIIP) di Xiamen, China.

Forum tersebut dinilai menjadi peluang strategis untuk memperluas pasar ekspor produk drone nasional ke negara anggota BRICS, termasuk Afrika Selatan.

“Melalui forum tersebut, kami mulai memetakan koridor ekspor baru yang potensial bagi produk drone nasional,” ujar Reni.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Dini Hanggandari mengatakan pembinaan IKM drone telah dilakukan sejak 2023 melalui program Startup for Industry (SFI), fasilitasi sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga keikutsertaan dalam pameran nasional dan internasional.

“Upaya ini bertujuan memperkuat posisi IKM drone sebagai bagian dari agenda prioritas nasional dalam pengembangan industri berbasis teknologi tinggi,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf