HOME  ⁄  Nasional

UNAND Kaji Komprehensif Sebelum Putuskan Bangun Dapur Makan Bergizi Gratis

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

UNAND Kaji Komprehensif Sebelum Putuskan Bangun Dapur Makan Bergizi Gratis
Foto: Sekretaris Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat (Sumbar) Aidinil Zetra saat diwawancarai di Padang. (sumber: ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Pantau - Universitas Andalas atau UNAND, Sumatera Barat, akan melakukan analisis komprehensif sebelum memutuskan ikut mendirikan dapur makan bergizi gratis atau MBG yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Sekretaris UNAND Aidinil Zetra mengatakan langkah tersebut perlu dilakukan karena pendirian dapur MBG berada di luar fokus utama perguruan tinggi.

"Pertama, universitas tentu harus melakukan analisis yang komprehensif karena ini di luar core bisnisnya universitas," ungkap Aidinil.

Pernyataan itu disampaikan Aidinil saat menanggapi ajakan Badan Gizi Nasional atau BGN kepada seluruh sivitas akademika perguruan tinggi untuk menjadikan Program MBG sebagai laboratorium hidup, ruang pengembangan riset, sarana kajian, dan pengembangan pendidikan berkualitas.

UNAND Sebut Perlu Kajian Mendalam

Aidinil menjelaskan berdasarkan Undang-Undang Pendidikan Tinggi, tujuan utama pendirian kampus adalah menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi.

Karena itu, menurut dia, keterlibatan langsung dalam pembangunan dapur MBG harus melalui kajian dan analisis secara menyeluruh terlebih dahulu.

Meski demikian, Aidinil menegaskan UNAND tetap dapat berkontribusi dalam menyukseskan Program MBG.

Setelah kajian selesai dilakukan, UNAND akan menentukan apakah ikut membangun dapur MBG atau tidak.

Langkah tersebut mengacu pada Universitas Hasanuddin Makassar yang lebih dulu mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

Universitas Hasanuddin secara resmi mendirikan SPPG pada Selasa, 28 April 2026, dan menjadi pionir pendirian dapur MBG di Indonesia.

Peresmian SPPG Universitas Hasanuddin disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto serta Kepala BGN Dadan Hindayana.

BGN Dorong Kampus Terlibat dalam Program MBG

Aidinil mengatakan analisis diperlukan untuk memastikan Program MBG benar-benar memberikan manfaat dan tepat sasaran kepada penerima manfaat.

Ia juga menilai implementasi Program MBG saat ini masih membutuhkan evaluasi dan penyempurnaan sistem.

"Jadi, kebijakan ini harus disempurnakan agar sumber daya negara yang dialokasikan memberikan manfaat kepada masyarakat," ujarnya.

Secara terpisah, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S. Deyang menyebut Program MBG sebagai ruang pembelajaran nyata bagi dunia kampus.

Melalui Program MBG, BGN membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk memberikan masukan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif.

Salah satu kontribusi yang diharapkan dari perguruan tinggi adalah keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata atau KKN, khususnya mahasiswa dari bidang kesehatan.

Penulis :
Shila Glorya