HOME  ⁄  Nasional

Rektor Paramadina: Media Pilar Demokrasi, Bukan Alat Kekuasaan

Oleh Aditya Andreas
SHARE   :

Rektor Paramadina: Media Pilar Demokrasi, Bukan Alat Kekuasaan
Foto: Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini.

Pantau - Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini menegaskan, media harus menjaga netralitas sebagai pilar utama demokrasi dan ruang publik yang sehat, bukan menjadi alat propaganda politik maupun kepentingan kelompok tertentu.

Menurutnya, di negara modern dengan masyarakat yang semakin terdidik, media seharusnya berfungsi sebagai ruang diskusi rasional yang mendorong dialog, pertukaran gagasan, serta penguatan fungsi check and balances dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jika media berubah menjadi alat propaganda, maka fungsinya sebagai arena deliberasi demokratis akan hilang,” ujar Didik dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (7/5/2026). 

Ia menekankan, peran ideal media adalah sebagai pilar keempat demokrasi yang menjalankan fungsi pengawasan terhadap kekuasaan, termasuk mengungkap penyimpangan, korupsi, dan penyalahgunaan wewenang melalui kritik maupun jurnalisme investigatif.

Menurutnya, netralitas media menjadi kunci agar informasi yang disampaikan benar-benar berpihak pada kepentingan publik, bukan sekadar membangun citra kekuasaan.

Didik juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital, big data, dan media online dapat menjadi ancaman bila tidak disertai independensi. 

“Media berpotensi berubah menjadi mesin framing dan alat pembentuk opini yang manipulatif melalui praktik propaganda politik atau manufacturing consent," lanjutnya. 

Karena itu, ia menilai pemerintah tidak perlu mengarahkan atau mengorganisasi media untuk kepentingan tertentu. Upaya semacam itu justru berisiko menghilangkan fungsi media sebagai watchdog demokrasi.

“Ketika media kehilangan netralitas, ruang publik yang sehat ikut terancam, dan demokrasi berpotensi melemah,” tandasnya.

Penulis :
Aditya Andreas