
Pantau - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memastikan risiko penyebaran hantavirus di Kepulauan Canary, Spanyol, tetap rendah meski kapal pesiar MV Hondius yang terdampak wabah akan tiba di wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pihaknya yakin Spanyol memiliki kapasitas untuk menangani situasi tersebut.
“Kapal saat ini berlayar menuju Kepulauan Canary. Kami yakin Spanyol memiliki kapasitas untuk mengelola risiko ini, dan WHO mendukung penuh. Risiko bagi masyarakat Kepulauan Canary kami nilai rendah,” ujar Tedros dalam konferensi pers di Jenewa, Kamis (7/5).
Tedros menyebut WHO telah mengirim surat resmi kepada otoritas Spanyol terkait penanganan kapal pesiar tersebut.
Ia menjelaskan prosedur disinfeksi sudah dilakukan di atas kapal, sementara seluruh penumpang tetap berada di kabin masing-masing.
Delapan Kasus Terkonfirmasi dan Tiga Penumpang Meninggal
WHO mengungkapkan strain Andes dari hantavirus telah terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Atlantik.
Hasil tes tersebut telah dikonfirmasi oleh lembaga kesehatan di Afrika Selatan dan Swiss.
Total terdapat delapan kasus terkonfirmasi, termasuk satu penumpang yang dinyatakan positif setelah kembali ke Swiss.
Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah tersebut.
Meski demikian, Tedros mengingatkan potensi munculnya kasus baru masih ada karena masa inkubasi hantavirus dapat berlangsung hingga enam pekan.
Pemerintah Canary Kritik Keputusan Spanyol
Kapal pesiar MV Hondius saat ini masih berada di lepas pantai Tanjung Verde sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary dalam tiga hingga empat hari mendatang.
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa sedang melakukan penilaian untuk menentukan penumpang yang perlu segera dievakuasi.
Sementara itu, Presiden Kepulauan Canary Fernando Clavijo mengkritik keputusan pemerintah pusat Spanyol yang menerima kapal tersebut tanpa koordinasi memadai.
“Saya sepenuhnya tidak setuju dengan perubahan pendekatan ini. Tidak ada informasi medis atau epidemiologis yang menunjukkan kapal ini harus berlayar tiga hari ke Canary, alih-alih dilakukan operasi di lokasi kapal berlabuh,” ujarnya kepada radio Spanyol Onda Cero.
Clavijo mengatakan pemerintah daerah belum menerima informasi detail mengenai jumlah kasus, kondisi pasien, maupun sumber dugaan wabah di kapal tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





