
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menetapkan pengelolaan sampah sebagai prioritas nasional setelah meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Wlahar Wetan, Banyumas, Jawa Tengah, pada 28 April 2026.
"Sampah, pengolahan sampah, sekarang jadi prioritas nasional. Dalam dua tiga tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia," kata Prabowo.
Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung sistem pengolahan sampah Banyumas yang disebut mampu mereduksi sampah hingga 80 persen sebelum masuk tempat pemrosesan akhir.
Pemerintah menilai model Banyumas dapat menjadi cetak biru pengelolaan sampah nasional karena mengintegrasikan infrastruktur, teknologi, komunitas, dan pasar.
Sampah Nasional Capai 27,74 Juta Ton
Indonesia menghasilkan 27,74 juta ton sampah pada 2024 atau sekitar 76 ribu ton per hari.
Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional menunjukkan proporsi sampah plastik meningkat dari 15,88 persen pada 2019 menjadi 19,65 persen pada 2024.
Kondisi itu dinilai memperberat beban tempat pemrosesan akhir yang selama ini banyak bergantung pada pola kumpul, angkut, dan buang.
Banyumas Andalkan TPST dan Mesin Gibrik
Model Banyumas bertumpu pada TPST desentralisasi di tingkat kecamatan dan desa yang dioperasikan Kelompok Swadaya Masyarakat.
Salah satu kunci efisiensinya adalah mesin pemilah otomatis bernama gibrik yang memisahkan sampah organik dan anorganik secara lebih cepat dan higienis.
Sampah organik diolah antara lain dengan larva lalat hitam, sementara sampah plastik bernilai rendah diarahkan menjadi Refuse Derived Fuel atau bahan bakar industri.
- Penulis :
- Aditya Yohan





