
Pantau - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami lima kali erupsi pada Jumat (8/5/2026) pagi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 kilometer di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto mengatakan erupsi pertama terjadi pukul 00.39 WIB dan disusul letusan kedua pada pukul 00.52 WIB.
“Gunung Semeru kembali erupsi pukul 05.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 1,2 km di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jumat.
Ia menjelaskan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke timur laut.
Abu Vulkanik Mengarah ke Utara dan Timur Laut
Erupsi kembali terjadi pukul 06.09 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 mdpl.
Kolom abu terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.
“Gunung Semeru kembali erupsi pada pukul 07.50 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 km di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara,” ujarnya.
Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Status Level III atau Siaga.
Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya
PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” kata Liswanto.
Ia juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





