
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago meminta 12 daerah rawan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Sumatera Selatan menjadi prioritas penanganan pada tahun 2026.
Penetapan Wilayah Rawan Karhutla di Sumatera Selatan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan memetakan 12 wilayah yang masuk kategori rawan karhutla dan menjadi perhatian khusus pada tahun 2026.
Wilayah tersebut meliputi Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Lahat, OKU Timur, Musi Rawas, Penukal Abab Lematang Ilir atau PALI, Musi Rawas Utara atau Muratara, OKU, OKI, dan OKU Selatan.
Sebagian besar wilayah tersebut memiliki karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar serta tanah mineral kering dan area perkebunan yang rentan saat musim kemarau.
Instruksi Kesiapsiagaan dan Pencegahan Karhutla
Pernyataan tersebut disampaikan dalam apel siaga karhutla 2026 di Palembang pada Rabu, 6 Mei 2026 yang diikuti 19 daerah secara virtual.
Djamari Chaniago menegaskan bahwa setiap perangkat daerah harus mengaktifkan posko siaga sejak dini serta memastikan kesiapan peralatan pemadaman dan pemetaan sumber air.
Ia juga meminta setiap pembukaan lahan dengan cara dibakar segera dilaporkan tanpa adanya pembiaran karena satu titik api dapat berkembang menjadi kebakaran besar saat musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim kemarau pada April hingga Juni 2026 dengan Sumatera Selatan diprediksi mulai awal Mei dan mencapai puncak pada Agustus 2026.
Pemerintah turut meminta dunia usaha yang memiliki konsesi kehutanan, perkebunan, dan pertambangan untuk ikut aktif dalam pencegahan karhutla di wilayah masing-masing.
- Penulis :
- Leon Weldrick





